hut

Ikan Hias Palmas Albino, Digandrungi di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Budidaya ikan hias menjadi peluang bisnis cukup menjanjikan. Selain warna dan bentuk yang unik, budidaya ikan hias dapat dikatakan mudah dan terjangkau. Apalagi dibarengi dengan mengikuti tren pasar.

Saat ini, di Kota Bekasi, tren pasar ikan hias yang tengah digandrungi adalah ikan hias Palmas jenis albino bermata merah dengan pesona seperti naga mini.

“Permintaan ikan hias Palmas jenis albino mata merah, cukup banyak sekarang dan sedang menjanjikan di Kota Bekasi. Ukuran 4 centimeter diambil bandar dengan harga Rp1500/ekor,” kata Naman, warga Padrenan pelaku budidaya ikan hias jenis Albino di Kota Bekasi, kepada Cendana News, Senin (30/9/2019).

Naman, pembudidaya ikan hias jenis Palmas Albino di Bekasi, Senin (30/9/2019) – Foto: Muhammad Amin

Naman, menggeluti budidaya ikan hias terbilang baru setahun. Namun diakuinya lebih menjanjikan dibanding dengan usaha lainnya seperti ternak lele dan lainnya. Dia pun mengaku pernah beternak lele tetapi gagal hingga beralih budidaya ikan hias.

Ia mengaku budidaya ikan hias hanya pembesaran di areal tanah kosong dijadikan kolam dengan menggunakan bahan terpal seadanya. Naman, memilih ikan Palmas untuk dibudidayakan dengan membeli bibit (rayakan) ukuran satu sentian dengan harga per ekor mulai dari Rp300 sampai Rp600.

“Bibit ikan Palmas, untuk jenis albino lebih mahal dibanding dengan warna hitam. Ikan Palmas ada dua jenis satu albino satu lagi jenis sandigalus warna hitam, Albino bibitnya Rp600/ekor, sedangkan yang biasa Rp300/ekornya,”ujar Naman.

Dia mengaku, kewalahan menghadapi permintaan pasar yang cukup tinggi terutama untuk jenis ikan Palmas Albino. Menurutnya dari ukuran satu senti menjadi lima senti diperlukan waktu sekira satu bulan setengah.

“Budidaya ikan hias Palmas Albino, lebih menjanjikan meski di lahan terbatas bisa dilakukan. Begitu pun untuk risiko gagal sangat kecil karena perawatannya cukup mudah, hanya diberi pakan cacing sutra,” paparnya.

Untuk menghemat pengeluaran Naman, mengaku mencari sendiri pakan cacing sutra di selokan air. Selain untuk pakan ikan hias sendiri cacing sutra banyak permintaan dari pelaku ternak ikan seperti ikan patin dan lainnya.

Saat ini Naman tengah membudidayakan pembesaran sekitar 8000 ekor ikan Palmas jenis Albino di beberapa kotak terpal. Dia mengaku risiko gagalnya cukup kecil, dari jumlah tersebut harapan hidupnya bisa 6000 ekor lebih. Meskipun banyak yang mati Naman mengaku masih mendapatkan untung.

“Budidaya ikan hias masih menjanjikan, banyak permintaan pasar terutama jenis Albino untuk diekspor ke berbagai negara. Itu informasi dari bandarnya,” pungkas Naman.

Lihat juga...