hut

IKN Baru, Alternatif Kota Masa Depan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Pemerintah belum memutuskan lokasi pusat pemerintahan di ibu kota negara (IKN) yang baru di wilayah Kalimantan Timur. Dalam kunjungan kerja di Balikpapan, Kamis (19/92019), Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan keputusan itu akan diambil setelah melalui berbagai tahapan.

“Nanti akan dibuatkan focus group discussion di Kaltim dan Jakarta sebagai bahan kajian dan rekomendasi untuk menentukan pusat pemerintahan,” kata Budi Karya Sumadi usai melakukan observasi konektivitas ibu kota negara didampingi Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Ketika ditanya pendapatnya, Isran Noor mengatakan bahwa pemindahan ibu kota negara merupakan program nasional.

“Itu sepenuhnya menjadi porsi pemerintah pusat. Kami pemerintah daerah tidak memberikan usulan kecuali ada permintaan,” ucap kepala daerah yang diusung Gerindra dan PKS itu.

“Saat ini belum ditentukan pusat pemerintahannya,” imbuh Isran Noor.

Kembali ke Menteri Perhubungan, hasil observasi yang dilakukan melalui pantauan udara, ia tertarik dengan posisi Samboja. “Posisi Samboja cukup menarik karena ada dua bandara yang dekat lokasi. Kemudian jalan tol dan pelabuhan,” kata dia.

Hal itu membuat posisi Samboja cukup menarik menjadi pusat pemerintahan ibu kota negara. “Secara kasat mata ketika terbang dari Balikpapan menuju Samarinda bisa melihat jalan tol, Kawasan Industri Kariangau hingga ke Mentawir, sangat bagus. ada jalan tol dan di belakangnya laut,” imbuhnya.

Observasi konektivitas ibu kota negara dilakukan pada lokasi yang telah direkomendasikan Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kegiatan ini bertujuan menginventarisir infrastruktur sekaligus kawasan potensial pengembangan.

Kata Budi Karya, Bappenas telah menentukan lahan yang dipergunakan untuk ibu kota baru seluas 250 ribu hektare di kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Dari hasil peninjauan itu, Budi Karya bilang, infrastruktur transportasi jadi modal Kaltim sebagai ibu kota. Dengan posisi ini, ibu kota negara baru bisa menjadi role model kota masa depan serta destinasi wisata untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Karena itu, tahap awal pembangunan infrastruktur transportasi ibu kota negara harus terhubung dengan baik antara Balikpapan dengan Samarinda.

Lihat juga...