hut

Inggris, Pasar Utama Promosi Indonesia di Eropa

LONDON – Banyak warga Inggris yang datang ke stand Wonderful Indonesia dalam acara Indonesia Weekend, tertarik dan ingin berlibur ke Sumatra Barat dalam liburan mendatang. Mereka menilai ranah Minang memiliki keunikan tersendiri.

Hal itu diungkapkan Ridwan Tulus dari Green Tourism Institute, yang mempromosikan obyek wisata Sumatra Barat dalam acara ‘Indonesia Weekend’ yang digelar di Potters Fileds Park, taman dengan latar belakang ikonik, The Tower Bridge, London selama dua hari, Sabtu dan Minggu.

“Kita siapkan program wisata ke Sumatra Barat dan Indonesia dengan konsep live experience, green tourism dan beberapa program untuk sekolah, komunitas dan incentive market,” ujar Ridwan Tulus, di London.

Dia mengatakan, untuk pertama kalinya mempromosikan Green Tourism Sumatera Barat di London, Inggris khususnya, dalam acara Indonesia Weekend, yang digelar untuk ke empat kalinya kolaborasi Kemenpar dan KBRI London, dan kolaborasi Kementerian Pariwisata dengan KBRI di London serta Komunitas Bangga Indonesia.

“Saya baru pertama ikut program ini, dan saya pikir ini wadah yang bagus untuk mempromosikan Indonesia dan semoga di ajang ini kita bisa memperkenalkan Sumbar dan Indonesia sebagai Green Tourism Destination, yaitu destinasi yang protect the culture, protect the nature, enpower and bring benefit for local people and support conservation,” ujar Tulus, yang hobi wisata jalan kaki sampai ke Jepang.

Pria kelahiran Padang, 10 Juni 1969 lalu yang menamatkan pendidikan di Akademi Bahasa Asing Padang, mengakui hasrat orang muda di Inggris untuk berwisata di Sumatra Barat cukup besar, dan ini bisa dikombinasikan dengan mengajak mereka untuk ikut memproteksi alam dan budaya serta men-support konservasi, jelas suami Lisa Primasari dan bapak dari tiga anak yang pernah diundang UNESCO ke Jepang, dalam acara Nine Youth Leader Organizations in Southeast of Asia, karena memenangkan kompetisi kegiatan wisata dengan tema “Pulang Kampung Tour”.

Selain Green Tourism Institute dari Sumatra Barat, Kementerian pariwisata juga menggandeng travel biro dari Inggris untuk mempromosikan obyek wisata Indonesia dalam acara Indonesia Weekend, seperti Ethos Travel pimpinan Sam Collins dan juga dari Flight Centre yang dipimpin Stefan Loader dan juga Garuda Indonesia.

Menurut Sam Collins dari Ethos Travel, animo masyarakat Inggris untuk berlibur ke Indonesia cukup tinggi, dan dari tahun ke tahun terus meningkat. Mereka umumnya senang berlibur ke Indonesia yang mempunyai destinasi yang cukup beragam.

Sementara itu, Deputi Director for Marketing Areal 1, Hari Ristanto,  mengatakan, bahwa dengan adanya acara Indonesia Weekend diharapkan akan dapat meningkatkan wisatawan Inggris yang datang ke Indonesia.

Negara Inggris masih menjadi salah satu dari lima fokus pasar utama untuk kegiatan promosi di Wilayah Eropa. Menurut Office for Nationtal Statistics (Great Britain), jumlah total outbound dari Inggris pada 2018, yaitu 71.7 juta atau menurun sebesar 1 persen dari 2017.

Meskipun demikian, trend outbound Inggris selama 20 tahun terakhir selalu meningkat dan total spending wisman Inggris di luar negeri pada 2018 mengalami pertumbuhan dari 2017 sebesar 1 persen, yaitu £45.4 miliar.

Hal ini menjadikan Inggris sebagai pasar yang masih sangat potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain itu, kontribusi wisman asal Inggris bagi Indonesia adalah yang terbesar diikuti oleh Perancis, Jerman, Belanda, dan Rusia.

Pada 2018, Badan Pusat Statistik mencatat wisman asal Inggris mencapai 391.820 wisman, meningkat sebesar 3,62 persen dari 2017, yaitu sebesar 378.131 wisman.

Pertumbuhan wisman asal Inggris terus terjadi sejak 2015, yaitu 280.198; 2016 sebesar 328.882; dan meningkat sejumlah 361.197 pada 2017. Karena itu, Kemenpar optimis dan menargetkan dapat menarik 487.800 wisman asal Inggris pada 2019. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!