Inovasi Program BAZNAS Tingkatkan Kebutuhan Mustahik

Editor: Mahadeva

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik pada konferensi pers di kantor BAZNAS, Jakarta, Senin (23/9/2019). Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), terus berinovasi dengan program-program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Hal itu untuk merespon kebutuhan mustahik. Inovasi program telah menghantarkan BAZNAS meraih dua penghargaan, The Best Zakat Distribution Programne dan GIFA Humanitarian Award dari international Global Islamic Finances Award (GIFA). 

“Penghargaan GIFA ini kaitannya dengan inovasi program BAZNAS yang memisahkan antara pendistribusian dan pendayagunaan zakat guna merespon kebutuhan mustahik,” kata Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik, Senin (23/9/2019).

Semua inovasi program BAZNAS tersebut bersifat jangka panjang, dengan harapan kehidupan para mustahik bisa lebih baik. Dampak akhirnya adalah, peningkatan dari mustahik menjadi muzzaki. Tiga inovasi yang telah dilakukan adalah, inovasi dari program bukan sekedar sebatas pendampingan, tetapi juga memberikan ruang lebih besar atau akses kepada mustahik. Contohnya adalah, program pemberdayaan rumah batik dan tenun.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS tidak hanya berpikir memberikan pendampingan teknis, tetap bagaimana membatik dan meningkatkan usahanya. “Jadi tidak hanya berhenti pada pemberian modal, tapi juga kita membuka akses market dan kesempatan mereka ikut fashion show batik dan tenun,” ujarnya.

Dan ternyata berkat fashion show tersebut masuk ke dalam penilaian GIFA. Ini sesuatu yang sangat menarik yang tidak ditemukan di lembaga zakat lain. “Jadi artinya penghargaan dari sisi kualitas program,” ujarnya.

Inovasi kedua adalah teknologi. BAZNAS sudah mengembangkan sistem data base pusat data nasional. BAZNAS sudah mempunyai data kemiskinan lengkap. Ini sangat diapresiasi. Adapun inovasi ketiga adalah, standar managemen.

Hanya BAZNAS yang saat ini memiliki program, publikasi berapa presen kemiskinan mustahik bisa dikurangi. “Alhamdulillah sampai hari ini, di dunia, BAZNAS yang bisa mengimplementasikan berapa persen mustahik yang sudah bisa ditransformasikan menjadi muzzaki,” jelas Irfan.

Data tersebut tersedia secara online, sehingga mudah untuk diakses oleh banyak pihak. Terkait GIFA Humanitarian Award, kategori penghargaan itu muncul berdasarkan usulan beberapa lembaga termasuk PBB, yang menyatakan bahwa kemanusian itu menjadi penting. Atas penghargaan tersebut, prestasi yang diraih Baznas ini bukan akhir dari segalanya. “Kita akan terus memacu dan meningkatkan kualitas dari program pendistribusian dan pendayagunaan,” pungkasnya.

Lihat juga...