hut

Intimidasi Wartawan di Bekasi, Ketua Katar Bersedia Minta Maaf

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kasus intimidasi terhadap jurnalis Radar Bekasi (Jawa Pos Grup) Ahmad Fairuz atau Pay, oleh Ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi Jawa Barat, memasuki babak baru.

Hal tersebut setelah dua hari gabungan wartawan di Kota Bekasi menggelar aksi depan halaman kantor Wali Kota Bekasi menuntut pencopotan Heri alias Cemong selaku Ketua Katar Bekasi Utara sekaligus meminta maaf secara terbuka.

“Sudah ada iktikad baik dari Heri, mengaku bersedia minta maaf. Tapi saya bilang, harus minta maaf juga ke wartawan lainnya,” kata Pay, meminta Heri meminta maaf ke rekan wartawan lainnya di Kantor PWI Bekasi, Kamis (12/9/2019).

Permintaan maaf ke semua rekan jurnalis, lanjutnya, harus dilakukan mengingat perlakuan Heri yang sudah menghina serta melecehkan profesi wartawan. “Ini lagi dikomunikasikan sama staf Wali Kota sekarang Heri ketua Katar, lagi di kantor Radar Bekasi,” ujarnya.

Jurnalis Bekasi Bersatu (JBB) hari ini kembali melakukan aksi damai di depan Plaza Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi lantaran ada beberapa tuntutan yang belum direspon.

Salah satu yang paling utama adalah tuntutan agar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mencopot jabatan Heri sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara. Selain itu, JBB mengutuk keras tindakan intimidasi dan ancaman yang dilakukan dan meminta semua pihak menghargai kerja jurnalis.

Koordinator aksi, Alfie, menyayangkan meski sudah dua hari aksi protes intimidasi pekerja jurnalis dilaksanakan tapi tidak ditemui oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau pun perwakilan dari Pemkot Bekasi.

Setelah menunggu lama, akhirnya Heri Alias Cemong Ketua Katar Bekasi Utara hadir di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bekasi di Jalan Rawa Tembaga Marga Jaya, untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan sejumlah wartawan yang sudah lama menunggu kehadirannya.

Intimidasi wartawan terjadi di Kota Bekasi, kali ini dilakukan Ketua Karang Tarunan Bekasi Utara, Heri Cemong (tengah berbaju batik). Dia pun mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka bertempat di kantor PWI Kota Bekasi, Kamis (12/9/2019) malam. Foto: Muhammad Amin

“Saya atas nama Heri Maulana alias Heri Cemong, memohon maaf kepada wartawan Kota Bekasi dan Indonesia atas ucapan saya yang menyinggung. Dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Heri Cemong di hadapan sejumlah jurnalis.

Usai mengucapkan permohonan maaf Heri Cemong langsung menandatangani pernyataannya untuk diabadikan di kantor PWI Kota Bekasi.

Seperti diketahui, intimidasi terjadi saat Pay melakukan kerja jurnalistik meliput penertiban bangunan liar milik Karang Taruna 01 Teluk Pucung oleh Kelurahan Harapan Baru pada 30 Agustus 2019 lalu. Bangunan ini dibongkar lantaran berdiri di atas garis sepadan sungai atau zona merah yang dilarang mendirikan bangunan apa pun.

Saat itu Pay awalnya hanya ingin melakukan konfirmasi melalui telepon terkait permintaan ganti rugi Ketua Karang Taruna 01 Teluk Pucung ke Heri selaku Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara. Namun, permintaan itu ditolak.

“Dia enggak mau lewat WA (Whatsapp) atau telepon. Maunya ditemui langsung di rumahnya. Sampai sana saya malah dimaki-maki dan dibilang mau mencemarkan nama baik dia,” kata Pay.

Bukan itu saja, Heri juga menyinggung soal pekerjaan dan profesi jurnalis yang dijalani Pay. Dia mengatakan bahwa seharusnya jurnalis tidak boleh wawancara melalui telepon, tapi temui langsung narasumber bersangkutan.

“Saya temui dia tapi malah dimaki sampai dibilang ‘wartawan buta enggak bisa cari berita’,” ujarnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!