hut

Jawa Timur Pangsa Pasar Peredaran Narkoba

Editor: Koko Triarko

MALANG – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Brigjen Pol. Bambang Priambadha, mengatakan, saat ini peredaran narkoba di wilayah Jawa Timur sangat pesat sekali.

“Tahun lalu, BNN menangani barang bukti sabu-sabu sebanyak 26 kilogram. Sedangkan di 2019 ini, hingga bulan delapan sudah mencapai 53 kilogram. Jadi, Jawa Timur memang menjadi pangsa pasar yang bagus untuk peredaran narkoba,” ujarnya, saat menghadiri konferensi pers ‘Joint operation Bea Cukai Kanwil Jatim II dan BNN Malang Raya’, terkait pengungkapan sindikat ganja, di kantor Bea Cukai Kanwil Jatim II, Rabu (4/9/2019).

Karena itu, pihaknya terus mewaspadai masuknya barang, baik dari udara maupun dari laut. Karena selama ini yang kerap menjadi jalan masuknya narkoba ke Jawa Timur kebanyakan dari laut, dan tidak menutup kemungkinan juga bisa dari udara.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Priambadha saat memberikan kerterang pers di kantor Bea Cukai Kanwil Jatim II, Rabu (4/9/2019). -Foto-Agus Nurchaliq

Lebih lanjut disampaikan Bambang, banyak modus yang dilakukan oleh para pelaku untuk mengelabuhi petugas. Untuk kasus pengiriman ganja dari Medan ke wilayah Malang, para pelaku mengirimnya melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dengan modus operandi, memasukkan ganja tersebut ke dalam tumpukan celana jeans untuk mengelabuhi petugas.

Beruntung, tim gabungan joint operation yang terdiri dari Bea Cukai Jatim II dan BNN Malang Raya (BNN kota Malang, BNN Kabupaten Malang dan BNN kota Batu) berhasil menggagalkan pengiriman 7 kilogram ganja tersebut.

Dari penindakan tersebut, para tersangka dijerat pasal 111 sampai dengan 114 jo pasal 132 UU RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal hukuman mati. Bambang mengimbau, agar masyarakat tidak mudah memberikan informasi alamat rumah kepada orang lain.

“Harap diwaspadai dan hati-hati, keluarga kita jangan sembarangan memberikan alamat kepada teman atau rekan yang lain. Karena takutnya disalah gunakan untuk pengiriman barang seperti narkoba. Tahu-tahu kita terima barang, padahal kita tidak pesan, ternyata teman kita yang pesan. Ini yang berbahaya dan sudah pernah terjadi,” pungkasnya.

Lihat juga...