hut

Kabupaten Landak Siapkan 7.000 Dosis Vaksin Anti-Rabies

Ilustrasi baliho himbauan waspada rabies - DOK CDN

PONTIANAK – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menyiapkan 7.000 dosis vaksin anti-rabies. Vaksin akan digunakan untuk program vaksinasi massal, yang mencakup sejumlah wilayah dalam upaya mencegah penularan virus rabies pada hewan.

“Ini kita laksanakan untuk menindaklanjuti pencanangan gerakan Vaksinasi Rabies Massal (VARMAS) di Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Entikong beberapa minggu yang lalu,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, drh. Intan Aryani di Ngabang, Sabtu (28/9/2019).

Guna memperingati Hari Rabies Sedunia Tahun 2019, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan menggelar pelayanan vaksinasi rabies gratis. Vaksin diberikan untuk hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera pada 30 September 2019 di kantor dinas.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupetan Landak, Alpius, mengimbau warga memanfaatkan pelayanan kesehatan untuk hewan peliharaan tersebut. Hal itu untuk mencegah penularan rabies. “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak untuk menvaksin hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera untuk mencegah penyebaran virus rabies. Ini merupakan kesempatan yang bagus bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan perawatan hewan kesayangan, apalagi ini tanpa dipungut bayaran,” jelasnya.

Ia juga mengimbau, warga menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat manakala mendapati hewan di sekitar tempat tinggal menunjukkan tanda-tanda sakit. Peringatan Hari Rabies Sedunia 2019 mengangkat tema “Vaksin Tuntas Rabies Bebas”, untuk mengingatkan kembali pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan rabies, penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mendukung upaya Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan mencegah penyebaran dan memberantas penyakit rabies pada hewan. Warga diminta memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi anti-rabies supaya tidak sampai tertular virus rabies.

“Dengan aktif secara mandiri memvaksin hewan peliharaan, berarti masyarakat telah berkontribusi dalam upaya pencegahan serangan penyakit, menekan kejadian kasus rabies di lingkungan tempat tinggal, yang akhirnya berperan besar dalam membantu pemerintah menuju pencapaian target bebas rabies,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...