hut

Kabut Asap Menyelimuti Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Ilustrasi -Dok: CDN

BANJARBARU – Warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mulai merasakan udara tidak sehat. Udara di daerah tersebut tercium aroma asap akibat terbakarnya lahan di sejumlah titik.

Nurul Huda, warga di Komplek Putra Manunggal RT 28, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, mengeluhkan sakit tenggorokan akibat menghirup asap. “Tenggorokan mulai tak enak dan mata juga perih. Kabut asap sudah menyelimuti Banjarbaru,” katanya, Rabu (4/9/2019).

Terpantau, sepanjang Rabu siang hingga malam hari, aroma asap dari karhutla sangat tercium di daerah tersebut. Meski kabut asap yang menyebar belum tebal sehingga bisa mengganggu jarak pandang, namun udara tak sehat yang masuk ke hidung akan langsung terasa sakit hingga ke tenggorokan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, pada Rabu siang mencatat ada 213 hotspot atau titik panas. Keberadaanya, tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kalsel, kecuali Banjarmasin.

Staf Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Banjarmasin, Rizqi Nur Fitriani, mengatakan, berdasarkan analisa parameter cuaca, lahan dan hutan di Kalsel berpotensi tinggi untuk terbakar. “Angin kencang pada siang hari di wilayah Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru juga patut diwaspadai, mudah terpicu api sehingga kebakaran semakin meluas,” jelasnya.

BMKG mengeluarkan prakiraan, cuaca “asap” di pagi hari untuk hampir sebagian besar wilayah di Kalsel, kecuali Kabupaten Tabalong, Tanah Bumbu dan Kotabaru.  Untuk kondisi cuaca, umumnya cerah berawan, suhu udara berkisar antara 20 hingga 35 derajat celsius dan kelembaban udara berkisar antara 40 hingga 98 persen. Adapun angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya, dengan kecepatan berkisar antara lima sampai 40 kilometer per jam.

“Dalam beberapa hari terakhir ini memang tidak ada hujan, sehingga membuat tanah semakin kering, dan udara terasa panas serta rendahnya kelembaban. Namun diprediksi, pada 6 hingga 9 September nanti berpotensi hujan ringan lokal di sejumlah wilayah,” tandasnya.

Di sisi lain, upaya penanggulangan karhutla terus dilakukan satgas gabungan di Kalsel. Selain satgas darat, helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga tiap hari melakukan water bombing, untuk memadamkan api yang tak bisa dijangkau oleh petugas di jalur darat.

Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Isdiyono, mengatakan, sinergitas antara satgas darat dan satgas udara, dibutuhkan agar penanggulangan karhutla dapat berjalan maksimal. “Alhamdulilah kawan-kawan terus semangat di lapangan memadamkan setiap titik api yang muncul agar tak sampai membesar. Apalagi sampai mengganggu penerbangan, itu yang kita cegah bersama,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...