hut

Kampung Dongeng Lamsel Edukasi Pentingnya Pemenuhan Hak Anak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Upaya memenuhi hak-hak anak dengan optimal terus dilakukan Kampung Dongeng Lampung Selatan (Lamsel). Hal tersebut ditujukan agar dapat meminimalisir pelanggaran seperti kasus kejadian perundungan (bullying), pekerja anak hingga permainan (game) yang tidak tepat untuk tumbuh kembang.

Retno Sri Darwati, ketua Kampung Dongeng Lamsel juga mengatakan, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan hak anak. Dalam kegiatan sehari hari, sebagian waktu dipergunakan di lingkungan sekolah.

Retno Sri Darwati  menambahkan, Kampung Dongeng Lamsel juga telah mendampingi anak-anak penyintas tsunami Selat Sunda terutama yang masih usia sekolah sebagai bagian layanan dukungan psikososial serta pemenuhan hak pendidikan.

“Sebagai komunitas, pola yang digunakan dalam mengedukasi anak melalui dongeng. Sejak awal dikukuhkan, sejumlah relawan yang berasal dari tenaga kesehatan, tenaga pendidik serta pegiat sosial memiliki misi dan visi yang sama, mewujudkan Kampung Layak Anak,” sebutnya saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (19/9/2019).

Kegiatan tersebut menurutnya bersinergi dengan lembaga pendidikan melalui program sekolah layak anak. Sekolah yang merupakan tempat pengasuhan berbasis anak ikut mendorong KLA.

“Kampung dongeng terus melakukan pendekatan kepada sejumlah kampung atau desa di Lamsel yang saat ini dalam tahap transisi dengan harapan program kampung layak anak bisa direalisasikan,” tutur bunda Retno.

Pemenuhan hak hak anak dalam dunia pendidikan juga dilakukan oleh SDN 1 Pasuruan. Sebagai sekolah yang berada di dekat lingkungan perkantoran desa, sejumlah fasilitas bermain dan sekolah nyaman terus diciptakan.

Topan Hariyono, kepala SDN 1 Pasuruan menyebut sekolah telah menanam puluhan jenis pohon buah yang rindang untuk memberi kenyamanan.

“Selain sebagai tempat belajar sekolah harus bisa menjadi tempat bermain yang aman dan nyaman,” ungkap Topan Hariyono.

Dua pekan sebelumnya anak anak usia sekolah pada hari aksara internasional 8 September 2019, komunitas Dongeng Dakocan memberi edukasi pentingnya bersosialisasi. Sebab gawai yang marak membuat interaksi sosial berkurang.

Lihat juga...