Kampung Siluman, Situs Peradaban Budaya Pulo Majeti di Banjar

Editor: Mahadeva

BANJAR – Kampung Siluman, menjadi jejak sejarah peradaban, di Pulo Majeti, salah satu dusun di Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.

Konon Kampung Siluman sendiri, kental dengan cerita mistis yang kini tengah dikembangkan oleh warga setempat, sebagai salah satu tujuan wisata sejarah di Kota Banjar. Keberadaan Kampung Siluman, dikelilingi area persawahan yang dulu diyakini sebagai danau.

Sampai sekarang keasrian di Kampung Siluman, Pulo Majeti tersebut, tetap terjaga. Keberadaan hutan yang dikelilingi pohon besar berusia ratusan tahun, terlihat masih terjaga. Di tengah situs pentilasan terdapat saung yang biasa dijadikan tempat menyepi.

Kang Nio, Tokoh Pemuda Kampung Siluman – Foto M Amin

“Situs Kampung Siluman di Pulo Majeti, baru mulai kami kembangkan dengan menyusun terkait sumber informasi akurat tentang Pulo Majeti sendiri,” kata Kang Nio, Tokoh pemuda Kampung Siluman, kepada Cendana News, Minggu (29/9/2019).

Dalam proses mengumpulkan informasi akurat berkaitan dengan sejarah Kampung Siluman, masyarakat adat sudah pernah mengundang tokoh adat di Kota Banjar dan Ciamis. Dan para tokoh adat mengakui, bahwa Kampung Siluman Pulo Majeti adalah situs tertua di sekitar Banjar. “Pengakuan itu diberikan karena ada jejak sejarah pentilasan berbentuk batu sebagai tempat duduk dan sudah termasuk benda Purbkala yang kini sudah di bawa pihak Kebudayaan,” jelas Kang Nio.

Kampung Siluman, baru berpenghuni sekira 50-an tahun lalu. Sebelumnya, lokasi tersebut kosong dan terkenal anker. Adapun asal mula nama Kampung Siluman, sudah ada sejak dulu. Di Kampung Siluman, dahulu dikenal sebagai kerajaan besar sebelum Kampung Kuta di Ciamis atau Kerajaan Galuh di Jajaran Bumi Pasundan.

Situs Budaya Pulo Mejati, di Kampung Siluman, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa barat. Disini ada situs kebudayaan yang dijadikan pentilasan tempat penyepian, minggu (29/9/2019) – Foto M Amin

Kampung siluman menurut cerita nenek moyang, berasal dari kejadian peradaban yang lalu. Saat itu, di Majeti ada sebuah kerajaan besar sebelum kalah perang. Setelah kalah kerajaan itu tetap tidak mau tunduk dan Kerajaan Majeti lebih memilih musnah tanpa bekas daripada harus tunduk. “Maka hilang-lah kerajaan tersebut beserta rakyatnya. Akhirnya jadilah tempat itu Danau atau Rawa Onom berdekatan dengan Pulo Majeti. Saat ini danau tersebut sudah berubah menjadi dangkal dan dijadikan areal persawahan,” ungkap Nio.

Hilangnya kerajaan dan rakyatnya itulah, yang menjadi asal usul nama sebutan Kampung Siluman. Uniknya, warga setempat masih mempercayai kerajaan yang hilang tersebut, sekarang masih ada di alam lain yaitu Siluman.

Saat ini di Kampung Siluman sudah terbentuk kelompok masyarakat adat, yakni Kewargaian Adat Kampung Siluman. Dan untuk menghidupkan ekonomi warga setempat disekitar lokasi situs Pulo Majeti, di Kampung Siluman didirikan rumah bangunan adat seperti Gapura menuju Kampng Siluman, semuanya berbahan bambu. “Sekarang ada bangunan dari bahan bambu, seperti gazebo yang menjual beragam kuliner khas, tempat ngopi, sambil menikmati nuansa perpaduan hutan dan areal persawahan,” pungkas Nio.

Lihat juga...