hut

Kapal Perang Kanada Kembali Melewati Selat Taiwan yang Sensitif

Ilustrasi wilayah Cina dan Taiwan - Foto: Dokumentasi CDN

OTTAWA – Satu kapal perang Kanada, kembali berlayar melalui Selat Taiwan, yang sensitif. Hal tersebut diungkapkan Pemerintah Kanada, pada Selasa (10/9/2019), tiga bulan setelah operasi serupa.

Operasi tersebut dilakukan di tengah hubungan tegang antara Beijing dan Ottawa. Pelayaran semacam itu, secara khas membuat tersinggung Cina, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Pada April, Beijing mengutuk keputusan Prancis, yang mengirim satu frigat melalui selat. Hal itu disebut Beijing sebagai tindakan yang tidak sah. Cina juga marah, saat kapal Angkatan Laut AS melewati perairan yang sama.

Pemerintah Kanada mengatakan, Frigat HMCS Ottawa, melewati Selat Taiwan pada Senin dan Selasa (9-10/9/2019). “Jalur ini dipilih sebab itu adalah jalur paling langsung antara sanksi Dewan Keamanan PBB, yang memantau kegiatan di Asia Timur-laut dan keterlibatan di Asia Tenggara,” kata Departemen Pertahanan Nasional, Rabu (11/9/2019).

Angkatan Laut Kerajaan Kanada disebut, tidak melakukan apa yang dinamakan sebagai Operasi Kebebasan Pelayaran dengan tujuan menantang klaim wilayah negara lain. “Persinggahan kapal tersebut dilakukan sejalan dengan hukum internasional, termasuk Konvensi PBB mengenai Hukum Laut,” tambah pernyataan tersebut.

Pada Juni, dua kapal Kanada juga berlayar melewati selat sempit yang memisahkan Taiwan dan Cina. Namun, mereka membantah bahwa Kanada berusaha melakukan jenis perbuatan politik. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, kapal paling akhir yang melalui selat tersebut menuju selatan dan dipantau secara seksama oleh Angkatan Bersenjata Taiwan. Dan sampai saat ini belum ada reaksi dari Beijing.

Hubungan Cina-Kanada merosot dalam satu tahun belakangan. Saat Beijing dan Ottawa menghadapi serangkaian masalah rumit diplomatik. Cina, yang marah karena polisi Kanada menangkap pejabat eksekutif senior Huawei Technologies Co pada 1 Desember berdasarkan surat perintah penangkapan AS, telah memblokir impor produk daging dan biji kanola dari Kanada.

Mereka juga menuduh dua pria Kanada melakukan kegiatan mata-mata. Namun kedua negara tersebut belum lama ini telah mengangkat duta besar untuk masing-masing ibu kota, dalam tanda hubungan mungkin menghangat. (Ant)

Lihat juga...