hut

Kebakaran di Gunung Ile Mandiri Larantuka Meluas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Kebakaran lahan hutan di gunung Ile Mandiri di kota Larantuka, kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, terus meluas. Sejak terjadi kebakaran Senin (16/9/2019) hingga Kamis (19/9/2019) diperkirakan sudah di atas 100 hektare lahan yang terbakar.

“Area yang terbakar saat ini sekitar 110 hektare dan itu berada dalam wilayah Kelurahan Amagarapati dan sedikit di kelurahan Pohon Bao,” kata bupati Flotim Antonius Gege Hadjon, Kamis (19/9/2019).

Bupati kabupaten Flores Timur, NTT, Antonius Gege Hadjon, di ruang kerjanya, Kamis (19/9/2019) – Foto: Ebed de Rosary

Meskipun pihak Pemda Flotim baik Satpol PP, BPBD dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama aparat Kodim 1624 Flotim dan Polres Flotim dilibatkan namun kebakaran tetap saja meluas.

Sejak awal kebakaran kata bupati Anton, pihaknya sudah menggerakkan segenap personel untuk memadamkan api namun terkendala angin kencang.

“Para personel yang terjun ke lokasi mengalami kesulitan akibat angin kencang dan banyak daun kering serta ranting sehingga api cepat menyebar,” tuturnya.

Tim yang terjun ke lokasi tambah Anton, telah membuat jalur api, namun di sejumlah titik petugas mengalami kesulitan karena kondisi lokasi yang terjal dan sulit dijangkau petugas.

Pemadaman tetap dilakukan kata dia namun kondisi areal hutan yang terbakar cepat meluas. Diperkirakan sudah terdapat 6 titik api yang muncul.

“Hari pertama pemadaman dilakukan hingga jam 11 malam dan hari kedua juga berlangsung hingga malam. Tadi juga ada petugas yang masih berusaha memadamkan api,” tuturnya.

Emanuel Desi Allan, warga kota Larantuka kepada Cendana News mengatakan, bila api tetap tak bisa dipadamkan maka hutan yang mayoritas dipenuhi pohon lamtoro ini akan mudah terbakar habis.

Menurut Desi, kota Larantuka sudah beberapa kali terjadi banjir bandang saat terjadi hujan lebat. Bebatuan dan lumpur dari gunung menggenangi rumah warga bahkan menghancurkan berbagai bangunan.

“Banyak juga korban jiwa dan banyak warga yang direlokasi ke Weri dan Perumahan Batu Ata akibat bencana banjir bandang. Kita tidak ingin terjadi banjir bandang kembali,” ungkapnya.

Untuk itu Desi meminta agar pemerintah bisa mengerahkan segenap masyarakat atau meminta bantuan personel TNI dan Polri dari luar Flotim untuk membantu melakukan pemadaman api.

Lihat juga...