hut

Kemarau Berimbas Turunnya Daya Tahan Tubuh

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Musim kemarau berimbas pada menurunnya kualitas udara dan ketersediaan air bersih, sehingga hal ini pun turut berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh seseorang.

Desi Novita sebagai bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) di pulau Rimau Balak, itu, menyebut, kemarau mengakibatkan warga rentan terserang penyakit. Sebagai upaya mencegah penularan penyakit, ia rutin melakukan penyuluhan pemeriksaan kesehatan.

Bidan Desi Novita mengungkapkan, akses fasilitas kesehatan cukup memadai di pulau tersebut. Keberadaan Pustu mendukung pelayanan kesehatan warga di Desa Sumur, yang tinggal di pulau di Selat Sunda itu.

Meski demikian, kala kemarau akses air bersih sulit diperoleh. Sebagai cara mendapatkan air bersih, sebagian warga membeli di daratan pulau Sumatra.

Dr. Agus Yuliyanto (tengah), melakukan pemeriksaan kesehatan warga di Pulau Rimau Balak, Selasa (10/9/2019) -Foto: Henk Widi

Bidan Desi Novita juga menyebut, adanya fasilitas alat desalinasi air laut menjadi air tawar menjadi tumpuan. Namun kapasitas yang masih terbatas, membuat warga memilih mencari ke sejumlah sumber air bersih.

Meski harus membeli air di daratan Sumatra, sebagian dilakukan untuk memenuhi kesehatan saat kemarau. Saat kemarau, sejumlah warga terutama anak-anak dominan mengalami demam, batuk dan diare.

“Sosialisasi upaya pencegahan telah dilakukan petugas, bekerja sama dengan kader Posyandu, terutama saat saat kemarau gencar kami anjurkan warga menjaga kesehatan lingkungan dan menjaga pola makan,” terang Bidan Desi Novita, Selasa (10/9/2019).

Bidan Desi Novita menyebut, musim pancaroba mengakibatkan lingkungan menjadi makin tidak sehat. Dalam kegiatan Posyandu, ia kerap menganjurkan sejumlah ibu yang memiliki balita, memberikan makanan bergizi. Sayuran, buah-buahan menjadi asupan menjaga stamina tubuh saat kemarau.

Kondisi tanah yang berdebu kerap menimbulkan iritasi mata, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), membuat warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sejumlah warga yang memiliki anak juga dianjurkan tidak mengonsumsi es, karena merangsang iritasi saluran pernapasan. Saat terpaksa harus keluar ruangan, ia mengimbu agar mengenakan payung atau pelindung lainnya.

Salah satu upaya menjaga derajat kesehatan yang lebih baik, bidan Desi Novita menyebut, warga mendapat pelayanan kesehatan gratis. Melalui program Puskesmas Keliling pada Selasa (10/9), warga dari Dusun Peritaan, Dusun Sukamaju dan Gusung Berak didatangi petugas kesehatan. Mulai dari dokter, perawat dan bidan, dilibatkan dalam pelayanan kesehatan gratis tersebut.

“Pelayanan Puskesmas Keliling ini dilakukan oleh petugas dengan menyeberangi selat memakai perahu, untuk menjangkau warga,” tutur Bidan Desi Novita.

Puskesmas keliling disebutnya merupakan program UPT Puskesmas rawat inap Ketapang. Bertujuan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah yang tidak terjangkau petugas, sekaligus membawa sejumlah peralatan medis dan obat-obatan. Meski mempergunakan ambulans, namun karena menyeberang laut, perjalanan petugas memanfaatkan perahu.

Dokter Agus Yuliyanto yang memeriksa kesehatan kepada warga pulau Rimau Balak, mengimbau agar saat kemarau warga menjaga kesehatan.

Sejumlah warga pulau Rimau Balak yang diperiksa dominan mengeluhkan gangguan ISPA dan pencernaan. Selain balita, sejumlah ibu rumah tangga dan lanjut usia (lansia) juga diperiksa. Layanan pemeriksaan tekanan darah dan pemberian obat dilakukan bagi masyarakat secara gratis.

“Puskesmas keliling bertujuan meningkatkan pelayanan berhubungan dengan promotif dan preventif, terutama saat kemarau,” ungkap Dr. Agus Yuliyanto.

Warga yang tinggal di pulau Rimau Balak dengan sejumlah keterbatasan, bisa mendatangi Pustu saat ada gangguan kesehatan. Keberadaan Pustu dengan satu petugas bidan, menurutnya bisa menjadi rujukan dalam upaya peningkatan kesehatan di pulau. Sejumlah ibu rumah tangga yang memiliki anak balita, diimbau agar lebih menjaga kebersihan.

Program Puskesmas Keliling disambut positif oleh warga, demikian diungkapkan oleh Suhendra, kepala dusun setempat. Melalui program Puskesmas keliling, warga bisa berkonsultasi terkait sejumlah persoalan kesehatan. Selama ini, warga masih mengandalkan Pustu yang dilayani oleh bidan.

Ia juga bersyukur, warga mendapat penyuluhan dalam upaya menjaga kesehatan selama kemarau. Sebab, saat kemarau warga pulau Rimau Balak yang terbatas akses air bersih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Ia juga berharap ada bantuan air bersih tambahan selama musim kemarau. Sebab, sejumlah sumber air bersih mengering sehingga warga harus membeli.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!