hut

Kemarau, Embung Jadi Tumpuan Masyarakat di Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Fasilitas embung menjadi tumpuan bagi petani untuk mengairi lahan pertanian akibat kemarau yang masih melanda wilayah Lampung Selatan (Lamsel). Sebelumnya, masyarakat setempat mengandalkan aliran sungai Siring Dalem, namun saat ini kering saat kemarau.

Agung, petugas pengawas pembibitan di Persemaian Permanen (PP) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan fasilitas Persemaian Permanen di kawasan Register 1 Way Pisang kerap mengalami kekeringan saat kemarau. Sebagai sumber air bersih lebih dari dua sumur bor dibuat dengan bak penampung air (reservoir) berkapasitas puluhan kubik air. Selain sumur bor, peningkatan kebutuhan disokong oleh embung buatan.

Embung buatan dengan luas setengah hektare berkedalaman lebih dari empat meter dilengkapi bendungan. Saat penghujan air yang tertampung melimpah dan mengalir ke sungai.

“Sejak lima tahun silam embung dimanfaatkan oleh warga sebagai lokasi budidaya ikan nila, gabus, namun pada saat kemarau kebutuhan air bersih yang meningkat, embung yang memiliki mata air alami menjadi tumpuan masyakarat,” ungkap Tejo Agung saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (18/9/2019).

Munculnya mata air alami di sekitar embung lanjut Tejo Agung merupakan dampak dari penanaman ratusan jenis pohon peresap air jenis gondang, pulai, aren dan bambu .

Pemanfaatan embung saat kemarau juga dilakukan warga Desa Sumur Kecamatan Ketapang. Berada di dekat kawasan Muara Bakau.

“Air dari embung bisa kami gunakan menyiram tanaman, bunga dan menyiram debu agar tidak beterbangan,” ungkap Johan.

Embung dengan air yang mulai berwarna hijau kecoklatan tersebut sebagian dipompa. Agar bisa dimanfaatkan warga menyediakan bak penjernih yang nantinya dimanfaatkan untuk mencuci, mandi. Sementara kebutuhan air untuk memasak dan minum warga mulai membeli dari mobil tangki.

Embung di Desa Sumur Kecamatan Ketapang masih menampung air yang dipakai warga untuk menyiram tanaman. Foto: Henk Widi

Selain berimbas pada keringnya embung, kemarau mengakibatkan lahan pertanian sawah kering. Suharsono, petani padi varietas Ciherang mengaku luasan lahan sawah terdampak kekeringan mencapai puluhan hektare di Desa Pasuruan tersebut. Saluran irigasi yang tidak mengalirkan air membuat tanaman padi dipastikan gagal panen (Puso).

Sebanyak setengah hektare tanaman padi varietas Ciherang yang dimilikinya bahkan harus dipangkas. Pemangkasan tanaman padi usia dua bulan terpaksa dilakukan untuk pakan ternak sapi. Fasilitas sumur bor yang ada menurut Suharsono belum bisa mengatasi kekeringan di lahan persawahan. Selain itu tidak adanya embung membuat lahan pertanian dibiarkan kering selama kemarau.

Lihat juga...