hut

Kemarau, Pasien di Puskesmas Bekasi Jaya Didominasi ISPA

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Penderita penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), mendominasi penyakit yang diderita warga Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal itu dampak dari musim kemarau, yang melanda wilayah setempat dalam kurun lima bulan terakhir ini.

“Berdasarkan data, jumlah penyakit ISPA yang paling banyak diderita warga selama kemarau ini. Seperti batuk pilek dan gangguan pernafasan,” ujar Kartini Ekowati, Kepala UPTD Puskesmas Bekasi Jaya, saat ditemui di kantornya, Jumat (20/9/2019).

Dikatakan penderita ISPA yang berobat kebanyakan anak usia 7-12 tahun. Begitu pun orang dewasa biasanya gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh cuaca panas atau polusi udara seperti debu dan lainnya akibat kemarau.

Menurutnya, Puskesmas Bekasi Jaya sudah mengupayakan berbagai antisipasi sebagai langkah pencegahan melalui imbauan dan sosialisasi ke tengah masyarakat dalam rangka mencegah penyebaran penyakit ISPA selama musim kemarau.

“Imbauan sering kami berikan kepada warga sebagai proses pencegahannya,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat dapat menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi vitamin atau makanan bergizi lainnya. Terutama konsumsi air putih yang cukup agar tidak terjangkit ISPA.

Menurutnya, ada sejumlah penyakit yang wajib diwaspadai selama musim kemarau yang saat ini tengah melanda di berbagai daerah Indonsia. Pertama, soal potensi demam berdarah, dehidrasi dan kulit kering.

Berbagai jenis penyakit bisa dikendaikan dengan memperhatikan pola makan untuk pemenuhan zat besi dan sebagainya bagi anggota keluarga, juga perlu diperhatikan dengan seksama.

“Pemenuhan kebutuhan akan vitamin dan zat lainnya bagi tubuh perlu diperhatikan juga,” imbaunya.

Hal lainnya adalah dehidrasi, menurutnya hak tersebut bisa dihindari dengan mencukupi kebutuhan air minum, minimal bisa mengkonsumsi air sebanyak 2 liter per harinya. Karena setiap orang dengan berat badan dan aktivitas yang berbeda, tingkat kebutuhan akan air di tubuhnya pun berbeda pula.

“Minimal 2 liter per hari air mineral yang dikonsumsi, karena tingkat kebutuhan air setiap orang pasti berbeda jika dilihat dari berat badan dan aktivitas yang dilakukannya,” paparnya menjelaskan.

Sedangkan untuk kulit kering, dirinya mengatakan hal ini berkaitan erat dengan dehidrasi yang dialami setiap orang pada musim kemarau.

“Terpenting adalah menjaga pola minum dan pola makan agar tetap baik, sehingga penyakit tersebut bisa dihindari,” tukasnya.

Musim kemarau ada hal yang harus diantisipasi yakni penyakit demam berdarah, ketika memasuki musim hujan, telur-telur tersebut menetas yang kemudian menjadi nyamuk dewasa setelah panas seperti sekarang.

Lihat juga...