Kemarau, Petani Sawi di Jambi Gagal Panen

ilsutrasi petani sawi (CDN)

JAMBI – Kemarau panjang yang melanda seluruh daerah di Provinsi Jambi, mengakibatkan petani sawi di Kota Jambi gagal panen.

“Semua tanaman sawi seperti sawi pandan, sawi keriting, sawi pendek, sawi bangkok, dan sawi manis semuanya tidak jadi, seratus persen gagal semua,” kata Ketua Kelompok Tani Sido Makmur, Januri, Minggu (29/9/2019).

Menurutnya, pasokan air yang sedikit menyebabkan tanah menjadi kering. Dampaknya, tanaman sawi yang dibudidayakan gagal panen. Selain itu, gagal panen tersebut juga disebabkan selama musim kemarau jumlah hama yang menyerang bertambah banyak.

Hama itu, antara lain kutu loncat, kupu-kupu, dan ulat. Berbagai hama tersebut biasanya hilang jika terjadi hujan. Musim kemarau juga telah mengakibatkan jumlah petani yang bercocok tanam menjadi berkurang. “Sebelumnya jumlah petani yang ada di Kelompok Tani Sido Makmur ini ada 70 orang, namun yang aktif dalam beberapa bulan belakangan ini hanya sekitar 16 orang saja,” kata Januri.

Mengantisipasi musim kemarau, pemerintah pada tahun sebelumnya telah memberikan bantuan berupa pembuatan sumur bor. Luas tanaman sawi yang gagal panen sekitar 40 meter persegi terletak di RT 11, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Dengan luas tanam tersebut, produksi sawi dalam satu bulan bisa mencapai 720 kilogram, dengan harga jual Rp8.000 per-kilogram. Tanaman sawi yang gagal panen tersebut akan diolah petani untuk pupuk organik agar tidak busuk sia-sia. (Ant)

Lihat juga...