hut

Kemarau, Usaha Jasa Sumur Bor Kebanjiran Order

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kemarau yang masih berlangsung di Lampung Selatan memberikan keuntungan tersendiri bagi penyedia jasa sumur bor. Bahkan selama rentang satu semester di tahun 2019 order pembuatan sumur bor meningkat.

Adi, tukang bor asal Kecamatan Sidomulyo menyebutkan, permintaan dominan berasal dari sejumlah petani untuk pengairan lahan pertanian sawah di Kecamatan Palas, Sragi, Penengahan.

Menggunakan alat pembuat sumur bor ukuran besar, alat miliknya bisa membuat lubang sumur bor 3 inchi hingga 8 inchi. Permintaan ukuran lubang berkaitan dengan kemampuan debit air menyesuaikan kebutuhan. Bagi kebutuhan lahan pertanian sumur bor 8 inchi paling tepat, sementara untuk sumur bor 3 inchi kerap digunakan untuk air bersih rumah tangga.

“Kontur tanah di Palas dan Sragi yang didominasi kapur membuat proses pengeboran memakan waktu tiga hari, mulai pengeboran hingga pemasangan instalasi pipa,” terang Adi saat ditemui Cendana News, Selasa (10/9/2019).

Adi mengungkapkan pada wilayah yang berbatu pembuatan sumur bor membutuhkan waktu sepekan hingga dua pekan bahkan lebih. Kendala kerasnya batuan pada lokasi pembuatan sumur bor bahkan berimbas mata bor patah.

Jasa pembuatan sumur bor yang saat ini marak membuat tarif menjadi lebih murah dibandingkan beberapa tahun silam. Lima tahun sebelumnya ia mematok harga Rp8 juta hingga instalasi terpasang. Kini akibat ketatnya persaingan sumur bor sudah bisa dinikmati dengan tarif Rp6 juta. Tarif tersebut dihitung dari jasa pengeboran Rp3 juta dan sisanya untuk pembelian pipa pvc, mesin pompa dan pemasangan.

“Konsumen umumnya memilih terima beres dalam pembuatan sumur bor sehingga tidak harus membeli peralatan, istilahnya terima ngalir air,” tutur Adi.

Sejumlah petani yang memanfaatkan jasa sumur bor di antaranya ada di desa Kelaten, Gandri dan Sukarandek. Amin, salah satu petani padi mengaku investasi dalam pembuatan sumur bor merupakan cara mencegah kerugian.

Sebab ia membuat sumur bor lengkap dengan instalasi selang air, bak penampungan menghabiskan uang Rp10 juta. Namun berkat sumur bor sawah miliknya tidak kekeringan.

“Mahal di awal namun digunakan sebagai modal tetap hasil panen bisa dipakai untuk mengembalikan biaya pembuatan sumur bor,” tutur Amin.

Hal yang sama diakui Mujiono warga Desa Gandri yang tidak kesulitan air bersih selama kemarau. Selain sumur bor bantuan sebagian warga disebutnya yang memiliki biaya membuat sumur bor pribadi untuk kebutuhan air bersih. Keberadaan jasa pembuatan sumur bor juga dimanfaatkan untuk pembuatan fasilitas sumur bor umum di masjid untuk kebutuhan masyarakat.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!