hut

KemenPPPA Upayakan Batas Usia Perkawinan Anak Perempuan 19 tahun

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Menteri PPPA Yohana Yembise saat ditemui di KemenPPPA Jakarta terkait Dampak Perkawinan Usia Anak pada Kesehatan, Selasa (10/9/2019).

JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyebutkan, saat ini Indonesia berada pada peringkat ke-7 dunia dan peringkat ke-2 Asia sebagai negara dengan perkawinan pada usia anak terbanyak.

“Berdasarkan data tahun 2018, satu dari sembilan anak yang berumur 20-24 tahun menikah sebelum umur 18 tahun, ini setara dengan 11 persen. 4,8 persen sebelum umur 17 tahun, 1,8 persen sebelum umur 16 tahun dan 0,6 persen sebelum 15 tahun,” kata Yohana saat ditemui di KemenPPPA, Selasa (10/9/2019).

Yohana menyampaikan bahwa dalam skala provinsi, terdapat 20 provinsi yang mencatat prevalensi perkawinan di atas angka nasional.

“Papua Barat berada pada persentase yang sama dengan angka nasional, yaitu 11,2 persen. Yang tertinggi adalah provinsi Sulawesi Barat dengan 19,4 persen dan yang terendah adalah DKI Jakarta dengan angka 4,1 persen,” urainya.

Dari sisi kesehatan, Yohana menegaskan bahwa perkawinan pada usia anak akan mempengaruhi kondisi kesehatan anak perempuan dan juga calon anak yang nanti akan dikandungnya.

“Berdasarkan data kesehatan, kematangan serviks perempuan adalah usia 19-21 tahun. Sehingga pernikahan dan kehamilan yang ideal adalah 20-35 tahun,” ujarnya.

Data IGD Kebidanan RS Cipto Mangunkusumo Jakarta mencatat pada periode 2014-2016, 15 persen dari kehamilan dibawah usia 20 tahun mengalami kehamilan dengan anemia dan low birth weight, yaitu bayi dengan berat badan kurang dari 2.500 gram.

“Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang berusia kurang dari 19 tahun memiliki 30-40 persen risiko stunting, lahir prematur, kerusakan otak janin, gangguan tumbuh kembang bayi akibat kekurangan yodium, kontraksi rahim tidak optimal dan disproporsi panggul dengan kepala janin,” papar Yohana.

Untuk itu, Yohana menegaskan, akan tetap mempertahankan batas usia perkawinan anak perempuan pada 19 tahun. Walaupun beberapa hari lalu, Panja RUU Perkawinan memutuskan batas usia adalah 18 tahun, naik dua tahun dari ketentuan UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

“Saya akan tetap menyampaikan hasil kajian praktis empirik, mengapa harus di angka 19 tahun. Kita akan terus sampaikan,” tegasnya.

Lihat juga...