hut

Komisi VIII Inginkan Ada Dana Hibah-Pendidikan untuk Pesantren

Ilustrasi santri pesantren [DOK CDN]

JAKARTA – Komisi VIII DPR RI, tetap menginginkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pesantren, mencantumkan keberadaan dana hibah dan dana pendidikan untuk pesantren.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengatakan, usulan itu sangat logis, karena secara historis dan sosiologis, pesantren menjalankan fungsi pendidikan dan menanamkan nilai-nilai cinta Tanah Air. “DPR tetap berharap dana hibah dicantumkan, selain ada dana pendidikan. Harus ada dana yang disiapkan untuk memperkuat pesantren,” kata Marwan, Kamis (19/9/2019).

Secara historis dan sosiologis, keberadaan pesantren sudah ada jauh sebelum Indonesia ada. Keberadaanya, telah menyelenggarakan pendidikan untuk masyarakat. Pesantren tidak hanya menanamkan nilai-nilai agama namun juga menanamkan nilai-nilai cinta Tanah Air dan nasionalisme. “Nasionalisme itu yang melahirkan Indonesia, setelah Indonesia merdeka, kita bisa damai bertetangga hidup rukun. Itu kontribusi pesantren cukup besar karena menanamkan nilai-nilai moderasi, karena itu layak dipertahankan pendidikan ini,” jelasnya.

Selain dana pendidikan di pesantren, harus ada dana abadi, karena juga menjalankan fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Pesantren tidak bisa dipandang hanya menjalankan fungsi dakwah. Namun, diharapkan menjadi pusat peradaban dunia yang menebarkan Islam moderasi.

Namun, untuk besaran dana hibah dan dana pendidikan untuk pesantren diserahkan kepada pemerintah yang nanti akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Komisi VIII DPR RI, akan mengadakan Rapat Kerja dengan pemerintah dengan agenda pengambilan keputusan Tingkat I terkait RUU Pesantren. (Ant)

Lihat juga...