Komitmen BAZNAS Memulihkan Krisis Kemanusiaan di Papua

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Upaya mendorong sebuah program untuk membantu warga terdampak Tragedi Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Provinsi Papua, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengaktifkan Crisis Center, yang berfokus pada penanganan kemanusiaan dan tidak masuk dalam ranah konflik yang terjadi.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat BAZNAS, Irfan Syauqi Beik, mengatakan, BAZNAS Crisis Center untuk Papua, sebagai upaya mendorong sebuah program yang bisa diberikan dalam membantu memulihkan krisis Papua.

“Terutama membantu para pengungsi dan mendorong situasi yang lebih aman,” kata Irfan pada acara bertajuk Respon BAZNAS atas Tragedi Kemanusian Wamena, Papua, di kantor BAZNAS, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Apalagi menurutnya, kondisi Wamena dan warga terdampak yang saat ini tinggal di pengungsian-pengungsian membutuhkan penanganan terpadu.

Kerusuhan Wamena yang meletup pada 23 September 2019 lalu telah menelan banyak korban baik fisik, material maupun jiwa.

“Hingga hari ini ada 33 orang meninggal dunia, tapi yang terindentifikasi baru 31 orang. Dan 75 orang  mengalami luka-luka,” ujar Irfan.

Sedangkan sejumlah bangunan yang dibakar massa tercatat, sebanyak 150 rumah dan pertokoan serta 8 kantor.

Ada pun kendaraan yang terbakar tercatat. Yaitu, 80 unit kendaraan roda empat dan 30 kendaraan roda dua.

Dalam menangani krisis kemanusiaan ini, BAZNAS terus berupaya membangun koordinasi dengan aparat keamanan. “Membangun koordinasi itu sangat penting, sebagai masukan untuk menguatkan kerja BAZNAS membantu warga,” ujarnya.

Pelaksana Harian Crisis Center BAZNAS untuk Papua, Ahmad Fikri menambahkan, BAZNAS menyinergikan Lembaga Program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Layanan Aktif BAZNAS (LAB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk melayani warga terdampak krisis.

“Melalui tim gabungan ini, diharapkan BAZNAS dapat merespon cepat dan memberikan bantuan yang saat ini sangat diperlukan oleh para pengungsi,” ujarnya.

Dia menyampaikan, sejak Jumat (27/9/2019), tim yang terdiri dari personel BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi Papua dan BAZNAS Kabupaten Mimika telah berada di lokasi dan memberikan bantuan awal.

Bantuan awal ini berupa distribusi air minum, pakaian layak pakai dan dukungan psikososial di Pangkalan Udara (Lanud) Silas Papare, Jayapura.

Di Lanud Timika, Kabupaten Mimika, Tim BAZNAS memberikan makanan siap saji dan mendirikan dapur umum. Tim juga memberikan layanan medis yang dibutuhkan para pengungsi.

Selanjutnya, kata dia, BAZNAS akan meningkatkan layanan pengungsian di lokasi lain. “Terutama di lingkungan komunitas pendatang dan juga meningkatkan kapasitas bantuan tim di lokasi pengungsian,” ujar Fikri.

Sementara itu di Jakarta, tambah dia, BAZNAS menguatkan kerjasama dengan berbagai lembaga kemanusiaan yang membantu krisis di Wamena. Termasuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan dana.

Lihat juga...