Komunitas Kopi-Kobi Mengembangkan Hidroponik di Hutan Bambu Bekasi

Editor: Mahadeva

BEKASI – Komunitas Petani Hidroponik Kota Bekasi (Kopi-Kobi), mengembangkan tanaman hidroponik di areal destinasi wisata alam Hutan Bambu Bekasi. Edukasi menjadi titik awal yang dilakukan di kawasan yang berada di RT 4 RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur tersebut.

“Ini salah satu cara menggiatkan hidroponik, dalam rangka mendukung program Kota Bekasi yang terus menggalakkan tanaman hidroponik disetiap kelurahan,” ujar Oetjiek Rosdjulianto Budi Utomo, perwakolan Kopi Kobi, saat memberikan pelatihan disekitar Hutan Bambu, Jumat (6/9/2019).

Hutan Bambu sudah menjadi salah satu destinasi wisata, yang berada di tengah Kota Bekasi. Pelatihan mendorong warga untuk memanfaatkan lahan kosong, yang ada di Hutan Bambu. Pelatihan untuk merangsang warga melakukan pertanian. Hutan Bambu, saat ini sudah dicanangkan sebagai lokasi wisata alam. Kehadiran budi daya tanaman hidroponik, akan menjadi nilai tambah. Dan uniknya, hidroponik yang dikembangkan menggunakan media bambu. Berbeda dengan biasanya, yang hanya menggunakan media pipa paralon.

Oetjiek Rosdjulianto Budi Utomo, Komunitas Kopi-Kobi saat ditemui Cendana News, Jumat (6/9/2019) – Foto M Amin

“Lokasi Hutan Bambu ini, ada yang jualan Mie Ayam, Mie Rebus dan kuliner lainnya. Nanti setelah berkembang, sawinya bisa dipetik atau mereka juga bisa jual sayur, dengan sistem petik langsung,” ujar Uci.

Banyak kelebihaan dari sayur hidroponik. Warga dapat juga menanam cabai dan tomat. Tanaman yang dikembangkan non pestisida, dengan kelebihan di kandungan nutrisinya.

Kopi-Kobi merupakan komunitas dari Kampung Hidroponik yang ada di wilayah Cikunir. Mereka terdiri dari pensiunan, yang membagikan ilmu sistem hidroponik secara gratis kepada warga, atau lingkungan yang dianggap layak mengembangkan hidroponik.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang menghadiri kegiatan sosialisasi dan pelatihan tanaman hidroponik bagi warga di sekitar lokasi Hutan Bambu mengatakan, metode pertanian tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. “Menanam hidroponik upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi polusi lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujarnya.

Keberadaan wisata Hutan Bambu, akan memiliki sensasi tersendiri dengan adanya budi daya hidroponik. “Di samping menikmati panorama alam semilir angin Kali Bekasi. Pengunjung  bisa memanen sayur sendiri, memetik sayur di Hutan Bambu, selain beriwsata,” tandasnya.

Lihat juga...