hut

Koperasi di Padang Diminta Mereformasi Diri

Editor: Mahadeva

Wali Kota Padang, Mahyeldi, saat memaparkan kondisi koperasi di Padang saat ini, Rabu (4/9/2019)/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG  – Koperasi di Kota Padang, Sumatera Barat dinilai perlu mereformasi diri secara total. Melakukan pembaruan, menuju sistem yang lebih canggih yakni Industri 4.0. Pesatnya kemajuan zaman, membuat koperasi semakin terancam keberadaanya. Agar bisa bertahan, koperasi harus mereformasi diri ke Industri 4.0.

Wali Kota Padang, Mahyeldi, mengatakan, peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72, di Kota Padang, menjadi titik awal menuju koperasi yang sejahtera. Tidak dapat dipungkiri, banyak koperasi yang masih menerapkan sistem kerja secara manual. Mulai dari pencatatan pembukuan, proses simpan pinjam, dan kegiatan lainnya. Padahal, dengan kemajuan yang ada, koperasi seharusnya melirik potensi teknologi informasi.

“Saya melihat sudah saatnya koperasi menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. Jika tidak, maka akan sulit bagi koperasi tumbuh berkembang, bisa dikatakan keberadaan koperasi bisa terancam, jika tidak memanfaatkan perkembangan IT ini,” katanya, Rabu (4/9/2019).

Tantangan baru yang dihadapi koperasi tidak hanya sekedar merubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Namun menyangkut persoalan mindset, dan juga perubahan sistem tata kelola. Dalam konteks tersebut, koperasi harus mereformasi total p sistem kepranataan yang sudah berjalan selama ini. Insan koperasi harus terus disiapkan, untuk berkreasi dan berinovasi menata organisasi dan strategi bisnisnya.

Sudah saatnya koperasi memanfaatkan teknologi digital, menggunakan platform e-Commerce, aplikasi retail online dan pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya. “Dengan begitu, diyakini peluang besar untuk dapat terus tumbuh dan berkembang serta maju dapat diraih,” jelasnya.

Berdasarkan data online sistem koperasi di Kota Padang, sampai dengan semester I 2019, ada 725 koperasi dan yang berkategori aktif ada 470 koperasi. Yang berkategori tidak aktif ada 255 koperasi. Sementara, jumlah keanggotaan semuanya mencapai 209.699 orang, dengan aset sebesar Rp1.353.410.360.000.

Lihat juga...