hut

KPK Panggil Sembilan Saksi Kasus Suap Bupati Bengkayang

Bupati Bengkayang Suryadman Gidot (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/9/2019). KPK menahan tersangka Suryadman Gidot, dan 6 tersangka lainnya dalam kasus suap proyek pada Dinas PUPR di kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat - Foto Ant

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil sembilan saksi, dalam penyidikan kasus suap terkait proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Tahun 2019, Rabu (18/9/2019).

Sembilan saksi tersebut dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Bupati Bengkayang Suryadman Gidot (SG). “Rabu (18/9/2019) hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi untuk tersangka SG, terkait tindak pidana korupsi suap proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Tahun 2019,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (18/9/2019).

Sembilan saksi yang diperiksa adalah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Gustian Andiwinatas, Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Kanyi Santoso, Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Heru Dwiprasetya serta Kepala Bidang Pembina SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Sawang Renesius.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pembina PAUD dan Pendidikan nonformal pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Norida, Kepala Seksi Kelembagaan, Sarpras PAUD dan Pendidikan nonformal pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Octavianus Gundel serta Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Munir.

Kepala Subbagian Rencana Kerja dan Keuangan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Meki Kusumawati serta Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarpras SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang.

Selain Suryadman, KPK juga telah menetapkan enam tersangka lain dalam perkara tersebut. Mereka adalah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Aleksius (AKS) serta lima orang dari unsur swasta masing-masing Nelly Margaretha (NM), Rodi (RD), Yosef (YF), Bun Si Fat (BF) dan Pandus (PS).

Dalam konstruksi perkara disebutkan, Suryadman meminta uang kepada Aleksius. Permintaan uang tersebut atas pemberian anggaran penunjukan langsung tambahan APBD-Perubahan 2019 kepada Dinas PUPR sebesar Rp7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp6 miliar. Suryadman diduga meminta uang kepada Aleksius dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Agustinus Yan masing-masing sebesar Rp300 juta. Uang tersebut diduga diperlukan Suryadman untuk menyelesaikan permasalahan pribadinya. (Ant)

Lihat juga...