hut

Lentera Anak: Iklan Rokok Picu Naiknya Jumlah Perokok Anak

Editor: Koko Triarko

PADANG – Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatra Barat diminta untuk dapat membuat aturan pembatasan iklan rokok di berbagai tempat. Hal ini karena iklan rokok dinilai sebagai pemicu terjadinya peningkatan jumlah perokok yang juga melibatkan anak-anak.

Ketua Lentera Anak, Lisda Sundari, menyatakan, saat ini kecenderungan perokok pemula usianya lebih dini, yaitu pada kelompok usia 10-14 tahun, naik dua kali lipat dalam kurun waktu 9 tahun. Berdasarkan hasil Riskesdas (2018), menunjukkan perokok anak meningkat menjadi 9,1 persen atau 7,8 juta anak usia 10-15 tahun, padahal target RPJMN adalah 5,4 persen.

“Salah satu pemicu naiknya perokok anak adalah maraknya Iklan Promosi dan Sponsor (IPS) rokok di kawasan sekolah dan tempat-tempat keramaian. Hanya mengeluarkan modal yang kecil, pihak pengusaha rokok sudah dapat memasang iklannya,” katanya, di Padang, Senin (30/9/2019).

Menurutnya, data tersebut juga diperkuat hasil monitoring iklan rokok yang dilakukan di lima kota, hasilnya menunjukkan 85 persen sekolah dikelilingi iklan rokok.  Sementara, hasil pemantauan yang dilakukan Forum Anak di 10 kota juga menemukan 2.868 iklan, promosi, dan sponsorship rokok.

Selain itu, kata Lisda, studi Surgeon General yang disampaikan WHO 2009, juga menyimpulkan, bahwa iklan rokok mendorong perokok meningkatkan konsumsinya, serta mendorong anak-anak untuk mencoba merokok dan menganggap rokok sebagai hal yang wajar.

Lisda menjelaskan, untuk menjadi kabupaten dan kota layak anak, salah satu indikator yang harus dipenuhi adalah tidak boleh ada iklan, promosi dan sponsor rokok dan harus ada Perda KTR untuk melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok dan paparan asap rokok.

Menurutnya, untuk menciptakan daerah layak anak tersebut, perlu mendorong agar semua Pemerintah Daerah segera melaksanakan amanah untuk membuat peraturan dan melaksanakan KTR.

Aturan itu dapat dilihat pada Kementerian Dalam Negeri yang sudah menerbitkan Surat Edaran No. 440/7468/Bangda, perihal Penerapan Regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Daerah.

” Lentera Anak juga melakukan penelusuran, dan terlihat hingga 2018, baru 43 persen Kota dan Kabupaten yang telah memiliki peraturan terkait KTR, dan saat ini baru 10 dari 516 Kabupaten dan Kota yang telah memiliki peraturan pelarangan iklan, promosi dan sponsors rokok (Kemenkes, 2018),” paparnya.

Sementara itu, dari 389 kabupaten dan kota yang berkomitmen menjadi kota layak anak, namun, hanya 103 kota yang memiliki peraturan terkait KTR dan hanya 10 kabupaten/kota yang memiliki pelarangan IPS rokok.

“Padahal, sudah banyak bukti menunjukkan, bahwa anak-anak menjadi target industri rokok untuk menjadikan mereka sebagai pelanggan setia di masa depan. Sehingga, sangat dibutuhkan komitmen dan keberanian pimpinan daerah untuk melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok dan dari bahaya zat adiktif rokok,” ungkapnya.

Lentera Anak sangat mengapresiasi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatra Barat yang berkomitmen memiliki regulasi terkait KTR dan pelarangan IPS rokok.

Ia menilai, beberapa kabupaten dan kota di Sumatra Barat sudah memiliki komitmen kuat dan keberanian, untuk melarang iklan rokok melalui berbagai inisiatif.

“Daerah yang telah melakukan itu seperti Kota Padang dan Sawahlunto. Lentera Anak bahkan pernah memberi apresiasi kepada wali kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, dan wali kota Sawahlunto, Deri Asta, SH., berupa penghargaan “Sahabat Ramah Anak”, karena keduanya kami anggap memiliki komitmen melindungi anak dari zat adiktif rokok melalui kebijakan di daerahnya,” ujar Lisda.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, Padang harus memiliki sebuah sistem perlindungan dan pemenuhan hak anak yang holistik dan terintegrasi, dari semua sektor pembangunan seperti peranan eksekutif, legislatif, yudikatif, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Hal ini demi mewujudkan Kota Layak Anak di seluruh kecamatan yang ada di Kota Padang.

“Pelarangan iklan rokok ini menjadi salah satu bentuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak di daerah,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, Pemerintah Kota Padang telah melarang iklan rokok sejak 2018 di seluruh wilayah kota Padang, dengan tujuan kuat untuk pembangunan karakter dan perlindungan anak dari dampak buruk rokok. Tetapi, sejauh ini belum membuahkan hasil yang begitu besar.

“Kami tidak ingin meninggalkan anak-anak dalam keadaan lemah. Karena keberadaan iklan-iklan rokok tersebut berdasarkan berbagai penelitian, sangat mempengaruhi anak untuk merokok,” tegasnya.

Ia mengutip sebuah survei yang dilakukan Yayasan Ruang Anak Dunia (Ruandu) pada 2018, bahwa sebanyak 77 persen anak dan remaja di Kota Padang tertarik mencoba rokok karena iklan dan promosi dan sponsor rokok.

Dikatakannya, Pemerintah Kota Padang sendiri sudah memiliki Perda KTR sejak 2012. Pada 2017, Pemko Padang berinisiatif merevisi peraturan KTR tersebut untuk memasukkan tambahan regulasi terkait pelarangan IPS rokok. Tapi sampai sekarang, revisi perda belum mempunyai status hukum yang tetap akibat pengesahannya ditunda.

“Kini, DPRD Kota Padang masih belum menyetujui revisi Perda KTR yang di dalamnya termuat larangan total iklan, promosi, dan sponsorship rokok regulasi tersebut,” ungkapnya.

Kendati revisi Perda KTR belum disahkan, Kota Padang juga sudah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 46 tahun 2017, tentang penyelenggaraan reklame yang mengatur tentang pelarangan konten reklame yang mengandung unsur produk tembakau atau rokok. Pelarangan reklame rokok, selain melalui Perwako, juga disampaikan dalam bentuk surat edaran dan imbauan.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com