hut

Manfaatkan E-Commerce, Omzet Pengrajin Tas Talikur Meningkat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Di era modern saat ini informasi mengenai berbagai hal sangat bergerak cepat dan menjadi pelaku bisnis harus mampu bersaing dengan kompetitif. E-Commerce salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha Kecil dan menengah (UKM) untuk memperluas pasar.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) harus melihat manfaat e-commerce untuk akses pasar secara mudah dan efisien, seiring era globalisasi yang pasti akan dihadapi.

Susiyanti misalnya, seorang pengrajin tas Talikur. Iapun memasarkan produknya dengan internet melalui e-commerce. Dengan cara mempomosikan produknya pada media sosial. “Karena teknologi sudah canggih, mau tidak mau kita juga dituntut untuk mengikutinya agar tak ketinggalan. Kalau tidak mengikuti perkembangan teknologi Internet maka informasi akan tertinggal jauh dengan pengrajin lainnya,” ucapnya saat dijumpai Selasa, (17/9/2019).

Perempuan yang merajut tas talikur pada 2016 ini awalnya hanya mempromosikannya melalui person to person atau offline. Meski sudah dikenal dan mendapatkan pesanan yang tak sedikit namun dinilai masih kurang efektif.

“Awalnya dalam sebulan bisa satu hingga dua pesanan yang masuk. Namun sejak mulai memasarkan online dalam satu tahun terakhir pesanan mulai bertambah,” sebut perempuan kelahiran Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Terbukti kini setelah memasarkan melalui media sosial, pesananpun datang. “Sekarang dalam sebulan bisa lima bahkan lebih. Bahkan sekarang kendalanya bagaimana memenuhi pesanan dengan tepat waktu,” ujarnya sembari merajut tas.

Mengenai e-commerce juga bukan hanya meningkatkan penjualan tetapi juga mengetahui respon pasar terhadap model-model yang lagi populer. Sehingga menjadi bahan untuk merajut apa saja yang disukai oleh konsumen.

“Jualan online itu mungkin meningkatkan daya saing menurut saya. Juga merasa lebih percaya diri, kan jadi banyak yang komentar dan menyukai dari model yang diperlihatkan. Setidaknya kita juga punya kualitas baik dan tidak kalah bersaing juga,” beber perempuan yang telah memiliki dua putri ini.

Dengan mengakses pasar melalui dalam jaringan (daring), kini omzet yang diperoleh juga meningkat dua kali lipat. Adapun tas talikur yang dijual juga dibandrol dari Rp100 hingga Rp400 ribu. “Sekarang omzetnya naik, hanya saja pemesan harus menunggu karena banyaknya pesanan yang datang. Bahkan kini bahan talikur juga dijual untuk pengrajin lainnya mengingat bahan-bahannya harus didatangkan dari dari Surabaya,” ujarnya.

Susiyanti berharap dengan usaha kerajinan tas talikurnya dapat lebih besar dan bisa membuka outlet rumahan kemudian dikenal oleh konsumen.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung mendorong kepada pelaku usaha untuk menggunak e-commerce dalam pemasaran produk.

“Wadah online dan e-commerce bisa digunakan karena dianggap murah, aman, serta dapat memperbesar peluang peningkatan pendapatan,” tukasnya. Berdasarkan datanya sekitar 70-80 persen ukm binaanya sudah mengenal aplikasi internet untuk memasarkan produk.

Untuk diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informasi menggandeng 41 marketplace yang ada di Indonesia. Pada 2017, tercatat sudah ada 4,6 juta UMKM yang bergabung. Selanjutnya pada 2018 ditargetkan 2,63 juta UMKM lainnya juga berjualan melalui marketplace. Ditargetkan transaksi e-commerce di Indonesia bisa mencapai angka 130 juta USD pada 2020.

Lihat juga...