hut

Manis Gurih Serabi Mbah Tumini Banyumas

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Pagi hari di Kota Purwokerto, identik dengan banyaknya penjual serabi di pinggir-pinggir jalan. Dari mulai jalan protokol hingga beberapa jalan besar, banyak terdapat penjual serabi dan selalu dipenuhi oleh pembeli. Salah satunya, adalah serabi Mbah Tumini, yang berlokasi di jalan HR Bunyamin, Purwokerto Utara.

Serabi berbentuk bulat dan hangat, dengan perpaduan rasa manis dan gurih, banyak diburu untuk teman hidangan minum teh atau kopi di pagi hari, terlebih saat akhir pekan. Cukup dengan makan 2-3 serabi, sudah membuat perut kenyang dan menjadi pengganti sarapan pagi.

Serabi Mbah Tumini ini sudah ada sejak 25 tahun lebih di lokasi tersebut. Sayangnya saat Cendana News berkunjung pada Sabtu (21/9/2019), Mbah Tumini sakit dan tidak bisa berjualan, sehingga digantikan oleh anaknya, Murtiningsih.

Di tengah kesibukannya melayani pembeli, Murtiningsih bercerita, ibunya berjualan serabi sejak ia masih kecil hingga sekarang. Mulai dari harga serabi masih Rp250 per biji, hingga sekarang harganya Rp2.000 per biji.

Murtiningsih tampak sibuk membuat serabi untuk para pembeli yang mengantre, Sabtu (21/9/2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Sudah lama sekali berjualan di sini, pelanggan juga banyak yang sudah rgenerasi, kalau dulu yang membeli ibunya atau ayahnya, sekarang anaknya,” tutur Murtiningsih.

Dalam satu hari, Mbah Tumini membuat adonan serabi antara 5-7 kilogram tepung beras. Setelah diolah dan dicampur dengan parutan kepala muda, adonan menjadi dua buah panci besar. Satu panci berisi adonan serabi berwarna putih dan satu panci lainnya, adonan diberi warna kecoklatan, karena ditambah dengan gula jawa untuk memberikan rasa manis.

Ada delapan tungku serabi berderet, dengan pemanas dari kayu bakar dicampur arang. Murtingsih menuang adonan berwarna putih satu sendok besar, kemudian ditambah satu sendok adonan coklat di atasnya. Lalu, tungku langsung ditutup. Sekitar 5 menit, serabi sudah matang, tanpa perlu dibolak-balikan.

“Kalau bahan untuk membuat adonan serabi, hanya tepung beras sama parutan kelapa saja, hanya saja kelapanya dipilih yang muda. Jadi, sama sekali tidak menggunakan pengawet atau pun pemanis, untuk rasa manis serabi, dicampur dengan gula jawa murni,” kata Murtiningsih.

Kios serabi ini buka mulai pukul 04.30 WIB dan biasanya pukul 08.00 WIB sudah tutup karena habis.

Lihat juga...