hut

Masyarakat Diminta Tidak Mengkhawatirkan Imunisasi PVC

Editor: Mahadeva

MATARAM – Masyarakat Nusa Tenggara Barat, diminta tidak mengkhawatirkan imunisasi Pneumokokus Conjugasi Vaccin (PCV) pada bayi. Vaksin yang digunakan disebut sudah aman, dan telah mendapatkan rekomendasi dari WHO, serta lulus uji di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

“Terkait pemberian imunisasi PCV, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir, karena keamanannya terjamin, telah lulus uji lab BPOM, termasuk direkomendasikan organisasi kesehatan dunia (WHO)” kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, Jumat (20/9/2019).

Imunisasi PCV, diberikan untuk mencegah penyakit Pneumonia, atau lebih dikenal dengan paru-paru basah. Pneumonia adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan paru-paru, penderitanya mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil. Penyakit ini bisa berujung pada kematian.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi  Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati, saat ditemui Cendana News, Jumat (20/9/2019) – Foto Turmuzi

Penyebab dari Pneumonia, paling banyak karena bakteri, virus, dan jamur. Cara pencegahan paling efektif dengan imunisasi, termasuk dengan menjaga kebersihan dan kebugaran tubuh. “Jangan takut diimunisasi, agar Bayi dan para balita tumbuh sehat dan cerdas, dengan imunisasi secara teratur juga, angka kematian bayi dan ibu dapat diturunkan. Sekaligus target NTB sehat dan cerdas menuju generasi NTB Emas dapat diwujudkan,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengatakan, imunisasi merupakan upaya memberikan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatannya sudah terbukti berdampak positif, untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Imunisasi PCV, mudah diakses di fasilitas kesehatan, seperti Posyandu, Puskesmas, Puskesmas pembantu. Petugas kesehatan, diminta untuk ikut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.

Polemik tentang imunisasi di beberapa daerah, seperti penolakan orang tua harus dihentikan. Dibutuhkan pendekatan dan kesabaran serta pemahaman petugas, untuk menghadapi dan melayani masyarakat.

Lihat juga...