hut

Masyarakat Puncak-Papua Ingin Pasukan Ditarik

JAYAPURA – Bupati Puncak, Papua, Willem Wandik, mengatakan, usai peristiwa kontak tembak antara kelompok sipil bersenjata dengan aparat keamanan hingga menewaskan tiga warga sipil, menjadi alasan warga untuk meminta agar pasukan segera ditarik guna menghindari jatuhnya korban jiwa di masyarakat.

Permintaan itu sudah disampaikan saat pertemuan dengan Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, yang dilaksanakan di Ilaga, pada Sabtu (21/9),” kata Bupati Wandik, Minggu (22/9/2019).

Bupati Wandik yang dihubungi dari Jayapura, mengatakan, sebagai kepala daerah pihaknya mendukung permintaan tersebut, mengingat yang menjadi korban adalah masyarakat, karena KSB menggunakan mereka sebagai tameng.

“Masyarakat akan terus menjadi korban, sehingga pihaknya berharap ada pola lain yang diterapkan saat melakukan pengejaran terhadap KSB,” kata Wandik, melalui sambungan telepon.

Dikatakannya, dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua Tim Asistensi Kapolri, Irjen Pol Paulus Waterpauw, berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dilakukan untuk rekonsiliasi hingga Kabupaten Puncak kembali aman.

“Di Papua harus dilakukan tindakan persuasif, guna meminimalisir korban di tengah masyarakat,” kata Bupati Wandik.

Sementara Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto, secara terpisah mengakui adanya permintaan penarikan yang disampaikan kepada Pangdam XVII Cenderawasih, saat berkunjung ke Ilaga.

Namun dalam pertemuan tersebut, Pangdam Cenderawasih menyatakan belum memutuskan langkah terkait permintaan penarikan pasukan, karena harus disampaikan kepada pimpinan dan Bupati Kabupaten Puncak, Papua.

“Bupati sudah membuat surat terkait masalah tersebut,” ujar Letkol CPL Eko yang turut mendampingi Pangdam, Mayjen TNI Herman Asaribab, berkunjung ke Ilaga.

Kontak tembak antara KSB dengan aparat keamanan, selain menyebabkan tiga warga meninggal juga melukai empat warga sipil yang saat ini sudah dievakuasi dan dirawat di RSUD Timika. (Ant)

Lihat juga...