hut

Menengok Ibu-ibu Persit Belajar Membuat Lumpia Bengkoang Pariaman

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PARIAMAN – Para ibu anggota Persit KCK Cabang LXV Dim Pariaman, Sumatera Barat, berkesempatan belajar membuat lumpia bengkoang khas daerah setempat. Ada 15 orang ibu-ibu Persit yang terlibat dalam pelatihan tersebut.

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 032 PD I/BB, Mia Kunto Arief Wibowo, mengatakan, bengkoang adalah salah satu hasil pertanian yang ada di Pariaman. Agar bengkoang termanfaatkan dengan baik, dan dengan adanya pelatihan membuat lumpia bengkoang itu, dapat memberikan banyak manfaat.

“Yang ikut pelatihan ini adalah anggota Persit KCK Cabang LXV Dim Pariaman. Selain dilatih membuat lumpia isi bengkoang, juga membuat asinan bengkoang. Untuk memberikan pelatihan ini, dilakukan langsung oleh chef Ny. Lily Chrishardjoko istri dari Kasiren Korem 032 Wirabraja,” katanya, saat melihat langsung pelatihan di Kantor Persit KCK Koorcab Rem 032 PD I/BB, Jumat (20/9/2019).

Ia menyebutkan dengan adanya pelatihan mengelola hasil pertanian di Pariaman itu, maka Persit KCK Cabang LXV telah turut memanfaatkan hasil pertanian khas Pariaman yakni bengkoang. Artinya apabila hal ini nantinya berkembang ke usaha, maka akan membantu perekonomian bagi petani bengkoang.

Mia Kunto berharap dengan adanya pelatihan tersebut, dapat menginspirasi masyarakat khususnya anggota Persit untuk bisa mengelola hasil bumi tersebut.

Apalagi sejauh ini, makanan hasil olahan bengkoang belum begitu banyak ditemui. Untuk itu, pelatihan tersebut, dapat membuka ide dalam berkreasi melahirkan makanan, seperti halnya menggunakan bahan dari bengkoang.

“Jadi sesuai petunjuk dan arahan Ketua Persit Daerah PD I/BB sewaktu ke Padang beberapa waktu lalu, melihat cukup banyak bengkoang, perlu adanya upaya pengelolaan bengkoang. Nah sekarang ini kita menindaklanjuti arahan itu, maka terlaksanalah kegiatan pelatihan membuat lumpia bengkoang ini,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya pengetahuan tersebut, bisa menjadi pemasukan bagi masyarakat khususnya Pariaman, sebagai penghasil bengkoang. Lumpia bengkoang tidak hanya dijual di pinggir jalan, tetapi juga bisa diolah menjadi makanan sehat.

Mia Kunto berharap, setelah pelatihan tersebut, anggota Persit Pariaman dapat mengembangkan ide kreatif dalam mengelola Bengkoang di pinggir jalanan menjadi makanan yang lezat dan sehat.

Sementara itu, Chef Ny Lily Chrishardjoko, mengatakan, dalam pelatihan tersebut disampaikan secara detil mulai dari cara kerja hingga menjadi olahan bengkoang yakni menjadi asinan dan lumpia.

Chef Ny Lily Chrishardjoko menyebutkan, bengkoang Pariaman sangat banyak, dan hal tersebut bisa diolah menjadi asinan dan lumpia. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini anggota Persit yang sudah mengikuti kegiatan, sudah bisa langsung menularkan kepada anggota lain atau kepada masyarakat Pariaman umumnya.

“Pariaman dikenal juga dengan penghasil bengkoang. Jadi semakin banyak olahan makanan yang dihasilkan, maka akan banyak manfaat. Tidak hanya untuk yang telah mengelola, tapi juga memberikan dampak positif bagi petani bengkoangnya,” ujar istri dari Kasiren Korem 032 Wirabraja ini.

Menurutnya, sepanjang berlangsungnya pelatihan, para ibu-ibu Persit terlihat begitu antusias. Bahkan hasil lumpia bengkoang yang dilahirkan dari pelatihan tersebut, terbilang memuaskan. Selanjutnya, pengembangan dan produksi lumpia bengkoang, perlu dilakukan.

Lihat juga...