hut

Menikmati Sketsa Seniman Bekasi di Bhagasasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Berbagai karya seni rupa lukis dan sketsa oleh seniman Kota Bekasi, Jawa Barat, bisa dinikmati di Art Space Bekasi di Pasar Proyek De Bhagasasi Trade Center. Karya seni rupa masih menjanjikan dengan nilai transaksi tersendiri.

“Hari ini, kita sedang membuat sketsa bareng-bareng metode on the spot, apa yang dilihat di depan, itu yang disketsa. Ini salah satu cara dalam melatih dan menularkan bakat seni di tengah masyarakat,” ujar Sarkeh, Ketua Forum Seniman Bekasi (FSB), Minggu (22/9/2019).

Sarkeh, Ketua Forum Seniman Bekasi, saat menemui Cendana News, Minggu (22/9/2019) – Foto: Muhammad Amin

Karya sketsa, menurut Sarkeh, saat ini menjadi karya yang berdiri sendiri, khususnya dari karya seni lukis. Dulu sketsa dikenal sebagai bakal lukisan. Tapi seiring perkembangan zaman, sketsa bisa dinikmati sebagai karya seni, meskipun dalam kondisi hitam putih.

Dikatakannya, sketsa terus mengalami perkembangan tidak hanya objek fisik atau diistilahkan on the spot itu. Tetapi berkembang ke arah objek imajinatif yang ada dalam benak pelaku sketsa itu sendiri.

“Nah, karya seni mulai dari lukisan, sketsa dan lainnya bisa dinikmati di Art Space De Bhagasasi. Karena karya sketsa sendiri juga berkembang tidak lagi hanya hitam putih. Juga  ada warna warni dan penuh makna tentunya,” ujar Sarkeh.

Bagi pecinta seni sketsa sendiri, mulai minggu ini, bisa menikmati karya di Art Space tersebut. Sarkeh mengatakan, semua lukisan sudah diturunkan dan diganti sketsa untuk mengenalkan karya seni baru di Kota Bekasi.

Dalam kesempatan itu, Sarkeh mengatakan, seni rupa baik lukis dan sketsa masih menjanjikan penghasilaan bagi pelakunya. Karena karya sketsa terus berkembang seperti sketsa tas, kaos dan lainnya yang penuh imajinatif, makna dan pesan dalam setiap goresannya. Tentu hal itu memberikan nilai jual tersendiri.

Sarkeh mengklaim bahwa dunia seni lukis di Bekasi masih cukup diminati. Hal tersebut bukan tidak beralasan, karena pangsa pasar sebagai kota metropolitan penyanggah ibu kota banyak pertumbuhan apartemen.

“Satu tower apartemen itu, bisa memiliki seribu kamar, tentunya setiap kamar ada lukisan baik berupa sketsa atau gambar seni lainnya. Artinya itu adalah market yang menjanjikan,” tukasnya.

Namun demikian, dia mengakui pengembang di Kota Bekasi untuk lukisan ataupun sketsa masih banyak mengambil dari luar Kota Bekasi seperti Bali dan Bandung.

Untuk itu FSB terus mendorong  memberdayakan mutu, SDM pelaku seni rupa itu sendiri untuk dapat mengisi setiap apartemen dengan karya seni rupa seniman Kota Bekasi. Tentu untuk mengarah ke sana sambil berjalan mengenalkan ke masyarakat dan pengusaha bahwa pelukis Bekasi mampu untuk itu.

“Harus ada pengembangan kerja sama ke situ, kalau tidak diambil orang pasarnya. Bicara mutu karya perupa Bekasi jauh lebih bagus, dan bisa dilihat sendiri di Art Space De Bhagasasi,” ungkapnya berani diadu soal mutu. Tetapi kendalanya adalah masalah harga.

Lebih lanjut dia mengaku, masih mengupayakan agar karya perupa seniman Bekasi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Jika hal tersebut sudah terkoneksi dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan semua karya seni di hotel, apartemen dan lainnya di Kota Bekasi akan memajang karya seniman Bekasi.

Lihat juga...