hut

Mewarnai Aksara Lampung, Meriahkan Peringatan Hari Aksara Internasional

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Berbagai cara dilakukan oleh pegiat literasi, pemerintah desa untuk memeriahkan hari aksara internasional (HAI) atau hari literasi.

Kegiatan mewarnai aksara Lampung dilakukan oleh pegiat literasi melibatkan siswa TK dan SD di Lampung Selatan (Lamsel). Pegiat literasi cetul pustaka, Asih Kurniawati dan sang suami Sugeng Hariyono pegiat motor pustaka, menggelar kegiatan unik tersebut.

Asih Kurniawati menyebut kegiatan mewarnai aksara Lampung menjadi cara menanamkan pentingnya melek huruf. Meski hari libur puluhan anak usia TK dan SD dilibatkan melakukan kegiatan di balai desa Pasuruan melibatkan para orangtua.

Melibatkan anak-anak sejak dini mengenal huruf, warna membuat anak-anak mencintai budaya membaca. Terlebih anak-anak pada zaman sekarang lebih tertarik dengan gawai.

Sebanyak 150 lebih kertas dengan tulisan aksara Lampung bertuliskan “Selamat Hari Aksara Internasional” disediakan bagi siswa TK dan SD. Kerjasama dengan para orangtua dan guru, peralatan pensil warna, crayon disediakan pihak sekolah.

Anak-anak juga sebagian membawa meja kecil yang dipakai untuk mewarnai. Sebagian anak-anak memanfaatkan lantai aula balai desa Pasuruan sebagai alas mewarnai.

“Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan lomba mewarnai aksara Lampung tersebut agar anak-anak mengenal bahwa 8 September diperingati sebagai hari aksara Internasional,” ungkap Asih Kurniawati saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (8/9/2019).

Sebagai peringatan hari aksara internasional yang digagas oleh PBB, tema yang diangkat tahun ini adalah Literacy and Multilingualism. Sementara di tingkat nasional tema yang diangkat berupa ragam budaya lokal dan literasi masyarakat. Meski pada level pedesaan Asih Kurniawati yang didukung sang suami Sugeng Hariyono mendorong buta aksara bisa dientaskan.

Sebagai bagian dari kegiatan membudayakan kegiatan literasi di desa Pasuruan juga dikenal sebagai kampung literasi. Selain itu dengan menekankan ragam budaya lokal perpustakaan desa Pasuruan disebut “Midang Blajakh” yaitu mengajak warga gemar mencintai budaya membaca.

Melalui kegiatan mewarnai, membaca sejak dini dengan aksara Lampung bisa menjadi pemicu budaya kecintaan membaca.

Bagi para siswa TK, SD yang dilibatkan dalam kegiatan lomba mewarnai tersebut disediakan sejumlah hadiah. Hadiah yang diberikan diantaranya berupa alat sekolah berupa buku, pulpen, buku gambar dan alat tulis lainnya.

Kegiatan hari internasional tersebut menurut Asih Kurniawati sekaligus merayakan ulang tahun ke-2 sang putri bernama Nazwa yang lahir bertepatan dengan hari aksara internasional.

Bunda PAUD Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Ernawati, menyebut mengapresiasi kegiatan tersebut. Kegiatan yang melibatkan TK dan SD tersebut menurutnya semakin memperkenalkan anak usia dini untuk membaca.

Ernawati, bunda PAUD Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan mendampingi anak-anak melakukan kegiatan mewarnai, mendengarkan dongeng pada hari aksara internasional, Minggu (8/9/2019) – Foto: Henk Widi

Meski di Desa Pasuruan ia memastikan sudah tidak ada warga yang buta huruf, namun kegiatan pemberantasan buta aksara akan terus dilakukan.

Upaya desa Pasuruan dalam memberantas buta aksara dilakukan dengan mendukung adanya PAUD, TK dan SD. Secara khusus kegiatan lomba mewarnai aksara atau dikenal Had Lampung bertujuan agar sejak dini anak-anak mengenal aksara daerah tersebut.

Ia berharap aksara daerah tersebut diperkenalkan sejak dini  butuh peran para orangtua dan bunda PAUD.

“Para orangtua dan bunda PAUD tentunya memiliki peran penting dalam membudayakan kecintaan membaca termasuk hal sederhana mewarnai aksara Lampung,” ungkap Ernawati.

Ernawati yang juga istri kepala Desa Pasuruan, Sumali, menyebut dukungan bagi bunda PAUD juga disediakan sekretariat bunda PAUD di balai desa. Melalui penyediaan fasilitas tersebut para bunda PAUD akan bisa saling berkoordinasi dan bertukar pikiran.

Sekretariat bunda PAUD disebutnya sekaligus menjadi upaya pemberantasan buta aksara sejak dini.

Rumsih, kepala TK PGRI Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan menerima kertas beraksara Lampung yang telah diwarnai, Minggu (8/9/2019) – Foto: Henk Widi

Rumsih, kepala TK PGRI Pasuruan mengungkapkan peringatan hari aksara internasional baru pertama kali digelar melibatkan siswa sekolah. Ia berharap kegiatan tersebut  terus didukung oleh pihak desa, dan akan digelar lebih meriah.

Selain itu kegiatan juga melibatkan sekolah tingkat TK hingga SD yang ada di desa Pasuruan. Melalui kegiatan mewarnai aksara Lampung sekaligus mendorong anak-anak mencintai dan melestarikan aksara daerah.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com