hut

Musik Tempurung SDN Lamatou Curi Perhatian di Festival Lamaholot

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LARANTUKA — Saat rombongan bupati Flores Timur dan staf ahli menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI memasuki lapangan bola desa Bantala kecamatan Lewolema disambut ratusan anak SDN Lamatou sambil memainkan musik Tempurung.

Dengan mengenakan baju adat Senuji dan kain tenun ikat, untuk perempuan mengenakan Kwatek dan laki-laki Nowin, 104 orang murid berjejer bermain drum band tradisional dari bambu dan tempurung kelapa sembari mendendangkan lagu tradisional dan berhasil mencuri perhatian.

“Alat musik tradisional dari tempurung kelapa dan bambu ini, biasa membawakan irama lagu-lagu tradisional” katanya,Kamis (12/9/2019).

An sapaannya mengatakan, awalnya konsep yang dilakukan yakni melatih anak murid memainkan pianika sementara anak yang lain tidak membawanya. Akhirnya, terpikirkan benda-benda di sekitar lingkungan bisa dimainkan menjadi musik ritmis.

“Saya berpikir bagaimana caranya agar anak sekolah yang lain bisa ikut serta maka terpikirlah agar anak yang tidak memiliki pianika, membawa tempurung kelapa,” tuturnya.

Theresia Piho Kumanireng salah seorang guru SDN Lamatou sekaligus pelatih musik bambu menambahkan, pihaknya mau menggali sumber daya yang ada di desa.

Evi sapaan karibnya katakan, di desanya banyak bambu dan selama ini hanya dipakai untuk dinding rumah atau bale-bale atau tempat tidur saja.

“Kami berpikir lebih baik dipergunakan sebagai alat musik saja. Awalnya ide dari ibu An dipadukan dengan ide saya dan dengan guru lainnya sehingga bisa menyatu menjadi musik tempurung,” ucapnya.

Theresia Piho Kumanireng (ketiga kiri) bersama Yuliana Hingi Koten (kedua kanan) bersama anak-anak SDN Lamatou kecamatan Lewolema kabupaten Flores Timur, NTT yang memainkan musik tempurung kelapa. Foto : Ebed de Rosary

Evi mengaku merasa bangga karena musik yang dimainkan terdengar bagus. Awalnya tidak mempunyai nada sehingga diatur sedemikian rupa menjadi irama yang bagus dan megah.

Dia menambahkan, biasanya SDN Lamatou memainkan alat musik daerah dipadukan dengan alat musik Pianika dan Recorder. Tetapi saat festival hanya memainkan musik dari tempurung kelapa dan bambu.

“Semua anak mengenakan pakaian adat sehingga kami bersama orang tua harus menyiapkan sendiri.Kami harapkan pemerintah memerhatikan SDN Lamatou agar kami bisa mengembangkan musik tradisional ini,” harapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com