hut

Nelayan Manfaatkan Surut Terjauh Lakukan Perbaikan Perahu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Surut terjauh air laut di sejumlah pantai Lampung Selatan (Lamsel) dimanfaatkan nelayan untuk istirahat. Musim paceklik ikan seusai bulan purnama membuat nelayan memilih menepikan perahu.

Nurhasan, nelayan di Dusun Minang Rua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni menyebutkan, perbaikan dilakukan pada jenis perahu kasko, perahu katir dan bagan apung.

Pemilik perahu katir itu menyebutkan, perbaikan dilakukan pada bagian dinding, lunas dan katir. Bagian dinding yang bersentuhan langsung dengan air laut, batu karang kerap mengalami keretakan. Penambalan bagian yang retak dilakukan dengan dempul dilanjutkan pengecatan.

Perbaikan bagian perahu saat surut menurut Nurhasan memudahkan nelayan. Sebab perahu yang akan diperbaiki bisa ditarik ke bagian pantai berpasir yang sekaligus berfungsi sebagai lokasi docking.

“Perbaikan perahu kerap melihat kondisi cuaca sekaligus fase bulan karena kala purnama surut terjauh berpotensi berlangsung dan nelayan sedang tidak melaut,” ungkap Nurhasan saat ditemui Cendana News, Sabtu (21/9/2019) petang.

Perahu berukuran panjang 6 meter dan lebar 1 meter tersebut akan diperbaiki selama tiga hari. Perbaikan dilakukan dengan teliti pada sejumlah sambungan antar papan. Dempul dicampur dengan lem kayu khusus, dipergunakan agar penambalan bisa menyumbat retakan dengan sempurna.

Nurhasan, pemilik perahu melakukan proses penambalan bagian dinding perahu yang retak menggunakan dempul saat air surut terjauh di pantai Minang Rua, Sabtu (21/9/2019). Foto: Henk Widi

Selain Nurhasan, nelayan lain yang melakukan perbaikan perahu di antaranya Sopian. Perahu berukuran panjang 7 meter tersebut akan menjalani proses perbaikan katir. Katir merupakan penyeimbang perahu terbuat dari bambu dan kayu yang rentan berbenturan dengan karang serta perahu lain.

“Katir dari bambu yang sudah rapuh diganti memakai bambu atau pipa yang berfungsi sebagai penyeimbang saat melaut,” ungkap Sopian.

Perbaikan katir dengan peralatan yang sudah disediakan terbilang cukup cepat. Sebab dalam waktu satu hari perbaikan bisa dilakukan. Selain perbaikan katir memanfaatkan istirahat melaut sejumlah nelayan kerap memperbaiki alat tangkap, di antaranya pemeriksaan jaring, pemberat serta alat pancing rawe dasar.

Lihat juga...