hut

Netanyahu Tegaskan Janjinya Mencaplok Tepi Barat

YERUSALEM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan kembali janjinya untuk mencaplok bagian Tepi Barat. Wilayah yang diduduki negara Yahudi itu jika terpilih lagi.

Hal tersebut diungkapkan Netanyahu, dalam pidatonya saat menghadiri upacara pembukaan tahun ajaran baru, di permukiman Elkana, Tepi Barat, Minggu (1/9/2019), waktu setempat. “Dengan bantuan Tuhan, kami akan memperluas kedaulatan negara Yahudi ke semua permukiman untuk menjadi bagian dari Israel,” ujar Netanyahu dalam kesempatan tersebut.

Meskipun demikian, Dia tidak mengungkapkan kapan akan merealisasikan rencana tersebut. “Ini tanah kami. Tidak akan ada lagi pemindahan. kami akan membangun Elkana lainnya,” kata Netanyahu.

Beberapa hari sebelum pemilihan umum Israel pada April, Netanyahu, yang merupakan Ketua Partai Sayap Kanan, Likud, membuat janji serupa untuk mencaplok bagian dari Tepi Barat yang diduduki Israel.

Namun, setelah pemungutan suara Dia gagal membentuk kekuasan mayoritas di parlemen. Dan negara itu akan mengadakan pemilihan baru pada 17 September. Saat ini, Palestina berusaha menjadikan wilayah Tepi Barat bagian dari negara masa depan yang akan mencakup Jalur Gaza dan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Israel merebut wilayah Tepi Barat pada 1967, dan memindahkan pasukan serta pemukim dari Gaza di 2005. Setelah puluhan tahun membangun permukiman, lebih dari 400.000 warga Israel sekarang tinggal di Tepi Barat. Sementara populasi Palestina yang tinggal di Tepi Barat mencapai 2,9 juta, berdasarkan Biro Statistik Palestina. Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan menyebut, ada 212.000 pemukim Israel tinggal di Yerusalem Timur.

Palestina dan banyak negara menyatakan, konvensi Jenewa melarang permukiman dibangun di atas tanah yang direbut dalam perang. Namun Israel membantah hal tersebut, mereka menyebut pembangunan permukiman untuk kebutuhan keamanan, historis, dan politis. (Ant)

Lihat juga...