hut

Operasi Patuh di Maluku Utara Menjaring 9.852 Pelanggaran

Ilustrasi - Dok: CDN

TERNATE – Polda Maluku Utara selama operasi Patuh 2019, berhasil menjaring 9.853 pelanggaran. Operasi digelar sejak 29 Agustus 2019, dan berakhir pada 11 September 2019. Dari hasil tersebut, terjadi peningkatan jumlah pelanggaran jika dibandingkan dengan pelaksanaan operasi patuh 2018. Tahun lalu ditemukan 3.928 pelanggaran.

“Angka 5.925 pelanggaran selama operasi Patuh ini. Dengan trend pelanggaran kendaraan roda dua sebanyak 7.267 pelanggaran, mengalami kenaikan sebesar 4.648 pelanggaran, atau dengan trend 177 persen dibandingkan 2018 sebanyak 2.619 pelanggaran. Jenis pelanggaran tertinggi kendaraan roda dua di 2019 adalah tidak menggunakan helm, yaitu sejumlah 4.184 pelanggaran,” kata Kabid Humas Polda Malut, Hendri Badar, Kamis (12/9/2019).

Untuk usia pelanggar lalu lintas, usia 21 hingga 25 tahun, tercatat ada 1.604 orang yang melanggar. Jumlahnya naik dengan trend 184 persen, karena di 2018 hanya sebanyak 562 orang. Penindakan pelanggaran tertinggi di operasi 2019, dari terdapat di Polres Ternate dengan Jumlah 2.119 Bukti Pelanggaran (Tilang).

Dedangkan yang terendah adalah Polres Pulau Morotai dengan 292 tilang. “Untuk jumlah kejadian Laka lantas mengalami penurunan trend 25 persen, yaitu pada Ops Patuh 2018 sebanyak delapan Perkara, Namun pada Ops Patuh 2019 ada enam kejadian, dan jumlah korban Meninggal Dunia Turun dengan trend 100 persen, yaitu dalam Laka lantas pada Operasi Patuh 2018 ada enam orang, dan di 2019 tidak terdapat korban meninggal dunia,” pungkas Hendri Badar. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!