hut

Pabrik Pengolahan Gula Kelapa dan Tapioka Yayasan Damandiri Angkat Nasib Petani

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BANYUMAS — Komitmen Yayasan Damandiri yang didirikan Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto untuk terus melakukan pemberdayaan masyarakat patut diapresiasi. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan mendirikan dapur komunal gula kelapa dan pengolahan tepung tapioka di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kapaten Banyumas.

Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Saat ini dua pabrik tersebut masih dalam proses pembangunan dan direncanakan awal November tahun ini sudah mulai beroperasi. Keberadaan dua pabrik tersebut atau biasa disebut dapur komunal, diprediksi akan mengangkat nasib para petani di Cilongok, mulai dari petani nira atau penderes serta para petani singkong.

Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat mengatakan, dapur komunal akan menyerap nira dan singkong hasil tanaman petani dengan harga yang lebih baik.

Menurutnya, selama ini para petani di Cilongok banyak yang bergantung pada tengkulak. Mereka terpaksa menjual hasil panen ke tengkulak, karena sebelumnya sudah terbelit hutang.

“Harga yang ditawarkan tengkulak tentu berbeda dengan harga normal di pasaran. Dari koperasi nantinya akan membeli nira serta singkong petani, sesuai dengan harga di pasar, jadi kita memutus rantai distribusi, petani bisa langsung menjual ke distributor dengan harga yang lebih baik,” terang Riyan, Jumat (27/9/2019).

Lebih lanjut Riyan menjelaskan, pihaknya sudah membuat kelompok-kelompok penderes per RW yang akan dikoordinir oleh masing-masing ketua kelompok. Bahan baku nira, nantinya akan dikoordinir melalui kelompok-kelompok tersebut.

“Begitu pula dengan singkong yang merupakan bahan baku pembuatan tepung tapioka,” terangnya.

Total sudah ada 256 orang penderes dan sekitar 30 orang petani singkong yang siap bekerjasama menyuplai bahan baku ke pabrik. Dari perhitungan awal, setiap harinya pabrik akan menyerap sebanyak 1.500 hingga 2.000 liter. Jumlah tersebut untuk memenuhi target produksi awal gula kelapa sebanyak 1 ton per bulan.

“Potensi nira di Kecamatan Cilongok ini sangat besar, karena itu dari Yayasan Damandiri memilih untuk membuat pabrik gula kelapa di sini, supaya banyak petani yang terangkat,” tuturnya.

Campur tangan yayasan yang dipimpin oleh Subiakto Tjakrawerdaya juga sampai pada pemasaran pasca produksi. Sebanyak 1 ton gula kepala dan 1 ton tepung tapioka per bulan, akan dipasarkan oleh dua perusahaan di bawah yayasan. Sehingga dipastikan, hasil produksi akan terjual dengan harga yang bagus.

Saat ini pembangunan dapur komunal gula kelapa dan pengolahan tapioka sudah mencapai 90 persen. Tinggal finishing dan pemasangan alat-alat di dalam bangunan. Pabrik tersebut didirikan di atas tanah bengkok desa yang disewa oleh yayasan.

“Awal bulan November nanti, rencananya dapur komunal ini akan diresmikan dan langsung mulai beroperasi. Para petani di sini juga sudah banyak yang menanyakan kapan pabrik beroperasi, karena mereka sudah paham, bahwa hasil nira dan singkong mereka akan dibeli dengan harga yang lebih baik. Banyak petani menggantungkan harapan baru pada dapur komunal ini,” pungkasnya.

Lihat juga...