hut

Panen, Harga Sayur di Petani Anjlok

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Harga cabai merah di Lampung Selatan, di tingkat petani mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir. Kondisi tersebut dikarenakan, panen raya cabai.

Karminah, petani cabai merah di Desa Kelaten, Penengahan, Lampung Selatan menyebut, kemarau membuat petani memilih menanam sayur mayur, termasuk cabai merah keriting dan cabai rawit. “Panen raya, membuat harga turun,” tandasnya, Selasa (3/9/2019).

Cabai merah besar, sempat bertahan pada harga Rp60.000 perkilogram. Namun dua pekan terakhir, harga turun mencapai Rp55.000. Dan turun lagi di angka Rp45.000 perkilogram. Selain cabai merah, harga cabai rawit hijau juga turun. Sebelumnya dijual Rp55.000, kini hanya Rp45.000 perkilogram.

Penurunan harga tersebut imbas melimpahnya pasokan cabai merah dari Lampung Barat dan Tanggamus. Sementara, permintaan menurun, usai lebaran haji. “Sekarang sudah memasuki bulan Suro, masyarakat tidak menggelar hajat. Berimbas permintaan bumbu menurun termasuk pada cabai merah dan cabai rawit,” ungkap Karminah.

Meski harga sempat anjlok, Karminah dan petani lain berharap harga masih bisa stabil. Meski harga turun, petani masih mendapat keuntungan dari sayur yang ditanam. Pada musim tanam cabai merah, yaitu di musim tanam gadu, petanbi bisa mendapatkan panen rata-rata satu kuintal. Cabai merah dan cabai rawit dipasok ke sejumlah pedagang yang ada di pasar tradisional di Pasuruan.

Petani lain Hapsah, warga Desa Tanjungheran, Kecamatan Penengahan menyebut, menjual tomat pada harga Rp8.000 perkilogram. Padahal tomat jenis mendira, sempat dijual dengan harga Rp10.000 perkilogram.

Sekali panen Hapsah menyebut bisa mendapatkan hasil 30 kilogram. Tomat dipanen mulai usia dua bulan. Tomat mendira ditanam secara tumpang sari, dengan tanaman cabai rawit yang bisa dipanen secara bertahap. “Penggunaan air yang tidak terlalu banyak membuat penanaman tomat mendira dan cabai rawit masih menguntungkan,” tutur Hapsah.

Lihat juga...