hut

Pangdam XVII/Cenderawasih Tinjua Perkembangan Situasi Pascakontak Tembak

JAYAPURA — Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab melaksanakan kunjungan kerja ke Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua guna meninjau secara langsung perkembangan situasi terkini pascakontak tembak pada Selasa (17/9).

Kunjungan kerja Pangdam XVII/Cenderawasih yang seyogyanya direncanakan pada Jumat (20/9), hanya saja tertunda karena faktor cuaca yang kurang bersahabat baik di Timika, Kabupaten Mimika maupun di Ilaga Kabupaten Puncak.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab didampingi Asintel dan Asops Kasdam melaksanakan kunjungan kerja pertamanya pada Sabtu (21/9) di Ilaga, Kabupaten Puncak setelah dua hari dilantik dan serah terima jabatan dihadapan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa beberapa hari sebelumnya.

Kunjungan kerja kali ini merupakan yang pertama bagi Mayjen TNI Herman Asaribab sebagai Pejabat Panglima Kodam di Bumi Cenderawasih yang sudah tidak asing lagi karena beberapa jabatan strategis sudah dilalui sebelumnya di Tanah Papua.

Mantan Pangdam XII/Tanjungpura ini terakhir pernah menjabat sebagai Danrem 172/PWY dan Kasdam XVII/Cenderawasih pada 2015 hingga 2017.

Bupati Puncak Willem Wandik merasa tersanjung dan mendapat suatu kehormatan yang luar biasa atas kunjungan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab karena selain merasa bangga atas pelantikan putra asli Papua, Kabupaten Puncak menjadi wilayah pertama yang dikunjungi oleh Pangdam.

Hadir juga dalam kunjungan kerja ke Ilaga Kabupaten Puncak adalah Irjen Pol Paulus Waterpauw mewakili Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian.

Dalam kunjungannya di Ilaga, Pangdam XVII/Cenderawasih juga disambut secara hangat oleh tokoh-tokoh masyarakat, kepala suku, tokoh gereja dan pemuda setempat.

Pada momentum itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Irjen Pol Paulus Waterpauw berdialog dan mendengarkan saran serta keluhan dari para tokoh setempat, komunikasi langsung dengan Bupati dan perwakilan tokoh-tokoh yang hadir di Kantor Bupati.

“Kami turun langsung ke wilayah bersama Bupati Wilem Wandik intinya membantu, karena sesuai dengan UU posisi saya membantu pemerintah daerah dan Kepolisian, situasi yang terjadi di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih didalamnya yang punya wilayah adalah Bupati Puncak, kami datang juga terkait situasi kemarin ada insiden kontak tembak,” kata Mayjen TNI Herman Asaraibab dalam rilis yang diterima di Kota Jayapura, Minggu (22/9/2019).

Kehadiran mereka, kata dia, untuk melakukan pendekatan langsung dengan warga setempat dan ingin tahu kondisi terkini secara langsung sehingga bisa mengambil langkah yang tepat untuk menyelesaiakan masalah yang dihadapi.

“Kami melaksanakan pendekatan langsung dengan masyarakat agar tahu bagaimana kondisi sebenarnya kemudian langkah-langkah penanganan nanti akan ditentukan oleh Tim Investigasi, sehingga saya belum bisa memutuskan langkah apa yang harus diambil dalam waktu dekat,” katanya.

Menurut dia, ada Tim yang akan menilai dan akan menyerahkan kepada mereka terkait masalah yang ditemui, dan selanjutnya hal itu akan disampaikan kepada pimpinan.

“Terkait masalah adanya permintaan penarikan pasukan sesuai keinginan masyarakat nanti kita akan sampaikan kepada pimpinan untuk bagaimana langkah-langkah kedepan, tadi Bapak Bupati Willem Wandik sudah membuat dan akan mengirimkan surat, kita juga akan mendukung bagaimana surat itu bisa ada langkah-langkah kedepan untuk langkah penyelesaian,” jelas Pangdam.

Butuh Kedamaian

Bupati Willem Wandik mengatakan bahwa rakyatnya pada prinsipnya membutuhkan keamanan dan kedamaian, sebagaimana kehadiran dari personel TNI dan Polri yang ingin memastikan hal itu.

“Kemudian hari ini kita minta supaya keadaan daerah ini harus aman, mungkin nanti saya akan menyurati kepada pimpinan yang lebih tinggi lagi, sesuai dengan aspirasi masyarakat bahwa untuk proses pengejaran kelompok bersenjata harus dihentikan karena mereka (KSB) berbaur di masyarakat,” katanya.

Karena jika hal itu terus dilakukan, maka dampaknya akan sangat terasa ditengah masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Puncak pada umumnya.

“Perlu menjadi catatan khusus bahwa daerah ini adalah bagian dari program Bapak Presiden Jokowi jilid 2 untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Pegunungan Tengah. Oleh karena itu, kami jaga pembangunan jalan transpapua ini pada khususnya di Ilaga yang sebentar lagi akan terhubung, adanya akibat kontak senjata, pengejaran dampaknya masyarakat dan pembangunan jadi korban,” katanya.

Untuk itu, kata Willem, Ia akan segera meminta kepada Panglima TNI dan Kapolri agat memberikan instruksi atau arahan-arahan kepada pimpinan ditingkat bawah agar masalah ini segera selesai.

“Ini termasuk pertemuan penting, pertemuan tingkat tinggi di Papua, karena ada Bapak Pangdam, Bapak Waterpauw mewakili Kapolri datang kesini. Dan kami sepakat minta masyarakat untuk segera berkumpul kembali ke kampung masing-masung, melaksanakan ibadah dan tidak takut lagi,” kata Bupati Puncak Willem Wandik

Sementara itu, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan peristiwa seperti itu bisa saja terjadi dimana saja, baik persoalan pribadi ataupun kelompok, tetapi diharapkan agar para pemangku kepentingan di Kabupaten Puncak untuk menudukung agar situasi dan kondisi kembali normal sehingga pembangunan bisa terus dilanjutkan.

“Saya hanya berpikir begini bahwa kejadian itu kapan saja bisa terjadi, ada konflik-konflik pribadi juga kelompok. Mewakili Bapak Kapolri, saya ingin menyampaikan pesan kepada para tokoh masyarakat dan agama untuk bantu pemerintah disini buat situasi kekeluargaan dan jaga perdamian,” kata mantan Kapolda Papua dan Papua Barat itu.

Sebelunya, Pangdan XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab didampingi Danrem 173/PVB Brigjen TNI Bahman beserta unsur komandan satuan jajaran wilayah di Mimika menyempatkan berkunjung ke RSUD Timika guna membesuk pasien masyarakat sipil yang menjadi korban penembakan sporadis Kelompok Separatis Papua (KSB) beberapa waktu lalu di Kabupaten Puncak.

Dalam kunjungannya di RSUD, Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan keprihatinan dan empatinya kepada korban beserta keluarga dengan menghimbau kepada pihak RSUD Timika dan dokter agar memberikan pelayanan terbaiknya dalam penanganan pasien korban penembakan.

“Tolong pihak rumah sakit dan dokter berikan pelayanan yang terbaik kepada yang sakit (korban). Dandim dan Karumkit Timika segera bantu RSUD apabila ada kendala atau keterbatasan seperti obat-obatan guna mempercepat pelayanan kepada korban,” pinta Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab. (Ant)

Lihat juga...