hut

Pantai Padang Simpan Potensi Likuefaksi

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Edi Hasymi - Foto Ant

PADANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengungkap, adanya potensi likuefaksi di daerah dengan radius 500 meter dari pantai di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

“Berdasarkan hasil kajian pakar dari Universitas Andalas kawasan di Air Tawar hingga Lubuk Buaya terdapat potensi likuefaksi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Edi Hasymi, Minggu (29/9/2019).

Dengan potensi itu, penting untuk dilakukan antisipasi. Sementara, berdasarkan kajian yang dilakukan, kondisi dari potensinya tidak separah di Palu, Sulawesi Tengah. Kendati demikian, masyarakat tetap harus mengantisipasi potensi bencana alam tersebut. “Jadi ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi melakukan antisipasi sehingga masyarakat lebih siap jika ada bencana gempa untuk meminimalkan korban,” jelasnya.

Daerah di Air Tawar hingga Lubuk Buaya, dahulunya adalah kawasan rawa. Sedangkan sekarang sudah berubah menjadi pemukiman masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dari Loka Riset Sumbar Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Kelautan dan Perikanan, Kota Padang memiliki tiga zona likuefaksi, yang terbagi berdasarkan potensi kerusakannya.

Menurut peneliti dari Loka Riset Sumbar Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Kelautan dan Perikanan, Wisnu Arya Gemilang, potensi likuefaksi, terutama ada di sepanjang pantai di daerah itu. Berdasarkan penelitiannya, sejumlah daerah pantai terungkap wilayah pesisir Sumatera Barat didominasi pasir lepas dengan kedalaman muka air tanah sangat dangkal dan kepadatan yang lemah.

Bentuk butiran pasir yang seragam hingga beberapa kilometer dari bibir pantai, menjadi ciri kondisi tanah yang berpotensi terjadi likuefaksi. Ia membagi potensi likuefaksi di Padang menjadi sangat tinggi, sedang, dan rendah. “Untuk sangat tinggi berada di sepanjang pesisir dan semakin ke timur potensinya menjadi kian rendah,” ujarnya.

Saat gempa 2009, telah terjadi likuefaksi di kawasan Pantai Padang. Akan tetapi, jika di Palu berbentuk aliran, di Padang bersifat ambles. Ia merekomendasikan kawasan pantai tidak disarankan untuk didirikan bangunan besar. (Ant)

Lihat juga...