hut

Pantai Tanjung Tuha Bakauheni Makin Menarik

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah wahana baru di objek wisata pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) terus ditambah, guna memanjakan wisatawan.

Eko Prapto, penjaga sekaligus pengelola objek wisata bahari tersebut mengatakan, beberapa wahana kekinian dibuat secara bertahap secara swadaya, di antaranya saung bambu dan jembatan cinta.

Menurutnya, semua wahana tersebut dibuat swadaya oleh masyarakat Dusun Sukarame, Penobakan. Wahana yang dibuat sebagai daya tarik wisatawan memenuhi tren kekinian, karena wisatawan didominasi oleh anak-anak muda.

Salah satu tren anak muda saat berwisata adalah berfoto dan diunggah ke media sosial. Memanjakan wisatawan spot unik jembatan cinta yang instagramable dibuat semenarik mungkin. View menarik ke Selat Sunda dipadukan pasir putih, pantai yang jernih, terus dibenahi dan ditingkatkan. Peningkatan daya tarik tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Eko Prapto,penjaga dan pengelola pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Bakauheni, Lampung Selatan. -Foto: Henk Widi

“Objek wisata yang menarik tentunya akan makin banyak dikunjungi, dengan adanya wahana baru yang unik, berbeda dengan tempat lain agar menjadi kenangan saat berkunjung,” ungkap Eko Prapto, Minggu (15/9/2019).

Wahana terbaru yang dalam tahap pengerjaan, sebut Eko Prapto, di antaranya tracking mangrove, jembatan keberuntungan dan sejumlah saung. Tiga wahana itu dilengkapi dengan lukisan tiga dimensi berkonsep bahari bebatuan tepi pantai, ikan hiu dan cat warna-warni yang menarik. Tracking mangrove merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Kelautan dan Pulau Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tracking mangrove bantuan KKP tersebut dibuat dengan kayu medang sepanjang 700 meter, lebar 1,2 meter. Tracking yang berada di antara pohon mangrove jenis sentigi, ketapang dan bakau, telihat sejuk. Proses pengerjaan dilakukan oleh masyarakat, petugas KKP serta pengelola yang merupakan bagian Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Tuha Pasir Putih.

Tracking mangrove dilengkapi dengan saung dan ada lukisan tiga dimensi yang mulai banyak dikunjungi menjadi spot berfoto kekinian bagi wisatawan,” ungkap Eko Prapto.

Meski belum diresmikan karena dalam tahap penyempurnaan, sejumlah wahana 80 persen sudah jadi. Penyempurnaan yang dilakukan oleh seniman, di antaranya pembuatan lukisan tiga dimensi pada jembatan keberuntungan.

Jembatan keberuntungan merupakan pintu gerbang masuk kawasan wisata mangrove. Jembatan tersebut membentang di atas sungai yang langsung bermuara ke laut.

Sebagai daya tarik, lukisan tiga dimensi seolah wisatawan melintasi jembatan papan menjadi sensasi saat berjalan di atasnya. Setelah melintasi jembatan keberuntungan. Wisatawan akan disambut jajaran rimbunnya pohon setigi, mangrove, kelapa, kemiri laut dan cemara. Selanjutnya, wisatawan bisa mengabadikan momen di jembatan cinta dengan dua saung berpemandangan menarik Selat Sunda.

Wahana jembatan terbuat dari kayu dan bambu yang dikenal dengan jembatan cinta, menjadi spot menarik berfoto dengan latar belakang Selat Sunda di objek wisata pantai Tanjung Tuha, Pasir Putih, Bakauheni, Lampung Selatan. -Foto: Henk Widi

Sejumlah wahana baru diprediksi sudah bisa digunakan pada akhir September. Penyempurnaan spot-spot baru menjadi bagian daya dukung bagi pariwisata, di antaranya atraksi, amenitas dan aksebilitas (3A).

Melalui pemandangan laut dan lokasi berenang yang unik, menjadi lokasi paling diminati. Amenitas sejumlah wahana dan aksebilitas jalan ikut menunjang sektor pariwisata.

Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, menyebut aksebilitas sebagai daya dukung pariwisata segera dibangun. Aksebilitas jalan yang lebih layak telah diusulkan melalui APBD Pemkab Lamsel, dan akan segera direalisasikan di penghujung tahun ini. Akses jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer akan memudahkan wisatawan menuju ke objek wisata Tanjung Tuha Pasir Putih.

“Infrastruktur jalan akan segera dibangun dengan rabat beton, sehingga memudahkan kendaraan sampai ke lokasi,” tutur Sahroni.

Sahroni juga menyebut, dukungan dari pemerintah desa bagi pengembangan objek wisata terus dilakukan. Peningkatan fasilitas akan memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat. Sebab, kunjungan wisatawan akan memberi sumber pemasukan dalam bentuk tiket masuk, dan warga bisa berjualan makanan dan minuman di objek wisata.

Rifki, salah satu pengunjung mengaku penambahan wahana baru sangat mendukung hobinya. Sebagai traveller yang suka mengunjungi destinasi baru, ia dimanjakan dengan kesejukan hutan mangrove di pantai Tajung Tuha Pasir Putih.

Dengan adanya tracking mangrove warna warni, wahana jembatan dengan lukisan tiga dimensi menambah koleksi galeri media sosial Instagram.

“Saya berfoto pada lukisan hiu yang siap menggigit, dan trackking mangrove warna pelangi sangat unik,” tuturnya.

Ia menyebut, pantai Tanjung Tuha Pasir Putih yang instagramable sekaligus lokasi konservasi mangrove yang perlu dijaga, meski menjadi kawasan pariwisata bahari. Sejumlah tanaman mangrove baru yang ditanam pada kawasan tersebut, makin ikut memanjakan wisatawan yang ingin menikmati suasana baru saat akhir pekan.

Lihat juga...