hut

Parade Musik Daerah, Sarana TMII Melestarikan Budaya Bangsa

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali menggelar Parade Musik Daerah 2019 di Sasono Langen Budoyo, Jumat (13/9/2019). Parade Musik Daerah yang ke-8 ini, menjadi upaya TMII untuk terus melestarikan dan pengembangkan seni budaya Indonesia.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Direktur Penelitian, Pengembangan dan Budaya TMII, Sigit Gunardjo, mengatakan, parade musik daerah adalah kegiatan berskala nasional, yang digelar setiap tahun. Kegiatannya menjadi program unggulan TMII.

Kegiatannya, sebagai perwujudan dari visi dan misi dalam rangka pelestarian potensi budaya bangsa. Sekaligus implementasi penguatan fungsi yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata di 2012 lalu, yakni TMII sebagai lembaga pelestarian budaya bangsa.

Plh.Direktur Penelitian, Pengembangan dan Budaya TMII, Sigit Gunardjo saat membuka Parade Musik Daerah TMII ke 8 di Sasono Langen Utomo TMII, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Foto: Sri Sugiarti.

“Tentunya TMII, memberikan ruang ekspresi seluas-seluasnya bagi pengembangan musik daerah. Jangan sampai musik tradisi kita ditinggalkan oleh generasi muda,” ujarnya, usai pembukaan Parade Musik Daerah 2019, TMII, Jumat (13/9/2019).

Dengan parade musik tersebut, diharapkan kesenjangan antara kreator dan aprisiator dapat terjembatan dengan baik. Sehingga terjadi titik temu yang akan membuahkan apresiasi. Pada penyelenggaraan di 2019, parade musik daerah TMII diikuti 12 provinsi, diantaranya Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua Barat, Aceh, Kalimatan Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Menurutnya,  Parade Musik Daerah 2019 belum sehebat penyelenggaraan parade tari, karena belum diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia. “Pesertanya yang tampil baru sepertiga dari jumlah provinsi. Nggak apa-apa, karena mungkin dampak kondisi politik, seperti pilkada. Tapi secara kualitas saya amati ada perkembangan luar biasa. Utamanya komposisi musik daerah punya ciri khas masing-masing,” ujarnya.

TMII sebagai ruang ekspresi pelestarian budaya, sangat mendukung aktivitas seniman untuk berkegiatan dan mengembangkan potensi musik. Baik berkegiatan di daerah melalui komunitas maupun sanggar, maupun yang ada di Jakarta. Kemeriahan ragam musik daerah yang ditampilkan memukau mampu menarik perhatian Dewan Komisaris TMII, Bambang Parikesit yang khusus hadir menikmati penampilan para seniman.

Tim kesenian Bengkulu mengawali parade dengan menampilkan kreasi apik, berupa perpaduan alat musik tradisional dol, tassa, simbal, mandolin dan suling. Sajian musik daerah khas Bengkulu tersebut, menjadi representasi dari eksplorasi dan tipikal musik dol secara keseluruhan.

Penampilannya disinergikan dengan konsep pola koreo perkusif, tanpa menghilangkan ciri khas ketradisionalan dol itu sendiri. “Tampilan semua bagus-bagus, salah satunya Bengkulu ini musik dol-nya bikin saya ingin berlatih. Gerak tubuh dan pukulan musiknya itu serasi dengan harmoni yang bagus,”  kata Fikri, salah satu penonton kepada Cendana News.

Lihat juga...