hut

Pasokan Listrik di Purbalingga Belum Dimanfaatkan Maksimal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan pelanggan (UP3) PT PLN Persero Purwokerto, Armunanto memberikan penjelasan tentang pasokan listrik di Purbalingga. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURBALINGGA — Meskipun mendapatkan suplai pasokan listrik cukup besar, namun Kabupaten Purbalingga dinilai belum bisa memanfaatkannya secara maksimal. Bahkan dari 180 Mega Watt (MW) yang tersedia, baru 40 MW yang dimanfaatkan atau 30 persen saja.

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan pelanggan (UP3) PT PLN Persero Purwokerto, Armunanto mengatakan, pihaknya menyediakan pasokan listrik yang melimpah di Purbalingga, dengan maksud untuk mendukung pembangunan investasi yang masuk ke Kota Perwira tersebut.

“Kita masih berharap, Kabupaten Purbalingga bisa memanfaatkan suplai listrik tersebut. Sebab, pertumbuhan industri di sini cukup pesat, dibanding kabupaten lain, hanya saja memang belum tergarap maksimal,” terangnya, Sabtu (21/9/2019).

Lebih lanjut Armunanto menjelaskan, pemanfaatkan listrik merupakan salah satu barometer pertumbuhan industri dan investasi di suatu wilayah. Sehingga, setiap kali ada daerah yang potensial untuk pengembangan industri dan investasi, PLN selalu siap mendukung dengan memperbanyak pasokan listrik.

Dari data PLN, meskipun belum maksimal, namun pemakaian listrik di Kabupaten Purbalingga tumbuh 7 persen dalam satu tahun terakhir. Hal ini menunjukan, bahwa Kabupaten Purbalingga dari sisi industri menjadi barometer bisnis di wilayah Barlingmascakep.

“Dibanding Wonosobo, dan Banjarnegara serta Banyumas, Purbalingga pertumbuhan industrinya lebih bagus dan dari sisi kebutuhan listrik juga bagus. Kalau Purwokerto, industrinya baru melirik ke garmen. Sementara di Wonosobo dan Banjarnegara dalam dua tahun terakhir cenderung stagnan,” kata Armunanto.

Armunanto menegaskan, dengan kondisi pasokan listrik yang masih mencukupi, pihaknya siap mendukung pembangunan industri dengan membangun jaringan listrik di lokasi calon industri. Pasokan listrik ke Purbalingga berasal dari Cilacap dan dari Mrica, Banjarnegara.

“Untuk Bandara Jenderal Besar Soedirman juga sudah kami siapkan pasokan listriknya sebanyak 22.000 VA, kami membangun dua feeder untuk pasokan,” tuturnya.

Sementara itu, PLN memiliki topologi main feeder untuk pasokan listrik, terutama di kawasan industri yang ditetapkan seperti di wilayah Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Hal ini akan lebih efektif karena gardu pasokan listrik Purbalingga berada di wilayah Kemangkon.

Lihat juga...