hut

Pemanfaatan Secara Tepat Guna Jadikan Lahan Tetap Produktif

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Pemanfaatan lahan secara tepat guna, yang dilakukan Supriyadi, petani di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, membuahkan hasil.

Pada musim tanam kemarau atau gadu, Dia mengalihfungsikan lahan untuk menanam sayur. Di musim hujan atau rendengan, sawah digunakan untuk menanam padi. Pemanfaatan sawah secara tepat guna, imbas keterbatasan air. Hal itu, menjadi solusi mempertahankan sawah tetap produktif di tengah musim kemarau. Sejak tiga bulan silam, Supriyadi tidak menanam padi di sawahnya. Sawah diolah dengan traktor, yang sebelumnya telah ditebar pupuk kompos kotoran kambing.

“Daripada lahan dibiarkan terbengkelai selama kemarau bersama istri saya manfaatkan untuk menanam sayuran, karena masih bisa menghasilkan secara ekonomis setiap hari,” ungkap Supriyadi saat ditemui Cendana News, Sabtu (28/9/2019) sore.

Belasan petak sawah seluas seperempat hektare, digunakan untuk menanam berbagai jenis sayur, seperti sawi, selada, kangkung, bayam merah dan bayam hijau cabut, tomat, cabai, cabai rawit dan terong. Semua jenis sayur tersebut, ditanam dengan sistem bertahap menyesuaikan usia. Sebagian sayuran bisa dipanen dua pekan setelah tanam.

Jenis sayur yang ditanam dengan sistem semai, bisa dipanen setiap dua hari dengan secara bergilir. Pengalaman menjadi petani sayur belasan tahun, membuat Supriyadi bisa mengatur waktu tanam hingga panen. Pemanenan disesuaikan dengan hari pasaran sejumlah pasar tradisional di wilayah Lamsel. Melalui pengaturan masa tanam, Dia bisa memenuhi kebutuhan pedagang sayur secara berkelanjutan. “Saat sebagian sayur segar mulai dipanen, maka sudah harus disiapkan benih yang telah disemai agar bisa ditanam pada guludan yang telah disiapkan,” papar Supriyadi.

Berbagai jenis sayur kala kemarau tumbuh dangan baik berkat adanya pasokan air. Sumber air dari sungai kecil yang dibendung dimanfaatkan untuk menyiram tanaman dengan sistem kocor. Penyiraman sistem kocor dilakukan dengan penambahan pupuk organik menambah kesuburan tanaman.

Supriyadi,warga Desa Kelaten Kecamatan Penengahan,Lampung Selatan memanfaatkan lahan sawah selama kemarau untuk menanam sayuran imbas kurangnya pasokan air – Foto Henk Widi

Hasil panen berbagai jenis sayuran pada level petani disebutnya masih stabil. Sawi, kangkung, bayam merah dan hijau cabut dijual Rp2.000 hingga Rp3.000 perikat. Tomat jenis rampai dijual Rp10.000 perkilogram, terong Rp4.000 perkilogram dan cabai rawit Rp30.000 perkilogram. Semua jenis sayur tersebut dijual ke pedagang keliling, dan pedagang di pasar tradisional. “Hasil panen yang dijual menghasilkan uang ratusan ribu dibandingkan sawah dibiarkan tidak tergarap selama kemarau,” tandasnya.

Amin, sang istri menyebut, berpengalaman membantu sang ibu yang berprofesi sebagai pedagang sayur, Dia memanfaatkan lahan selama kemarau. Pemanfaatan lahan tersebut bisa memberi penghasilan tambahan. Saat sore hari sebelum hari pasaran tradisional dilakukan pemanenan. “Saya bertugas menyiram tanaman dan memanen laku mengikat sayuran sebelum diambil pedagang,” ungkap Amin.

Pemanfaatan lahan tepat guna saat kemarau, dengan menanam palawija dilakukan Santi, warga Desa Canggu, Kecamatan Kalianda. Pada lahan seluas setengah hektare, ia menanam benih kacang hijau 10 kilogram. Seperti pada penanaman tahun sebelumnya Dia bisa mendapatkan hasil sekitar 150 kilogram kacang hijau. Hasil panen sebagian dijual ke pedagang bubur dengan harga Rp25.000 perkilogram.

Pemilihan lahan sawah untuk menanam kacang hijau kala kemarau dilakukan sepekan usai panen. Setelah limbah jerami dibersihkan, benih langsung ditebar (tabela). Penanaman segera dilakukan agar kondisi tanah masih tetap gembur dan mempercepat pertumbuhan benih kacang hijau. Pemanfaatan lahan sawah untuk menanam kacang hijau dilakukan karena tingkat toleran kacang hijau tinggi pada lahan kering. “Kacang hijau masih bisa produktif asal kondisi tanah lembab namun pasokan air minimal,” tutur Santi.

Pemanfaatan tanggul sawah selama penanaman padi sebelum ditanami kacang hijau dilakukan juga oleh Suminah. Petani tersebut mengaku memanfaatkan tanggul sawah untuk menanam cabai rawit, kacang panjang, tomat dan kemangi. Selain dijual, hasil panen berbagai jenis tanaman tersebut bisa dipakai untuk kebutuhan harian. Cara tersebut bisa menghemat pengeluaran.

Lihat juga...