hut

Pemda Flotim Diminta Perbaiki Berbagai Sekolah Dasar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LARANTUKA — Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur (Flotim) diminta untuk melakukan perbaikan berbagai bangunan gedung Sekolah Dasar (SD) yang ada di berbagai wilayah tersebut.

Kepala dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Flores Timur, Bernadus Beda Keda. Foto : Ebed de Rosary

Gedung sekolah-sekolah tersebut banyak yang mengalami kerusakan dan butuh perbaikan. Pihak sekolah sudah mengajukan usulan perbaikan ke dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Flotim dan berharap segera ditindaklanjuti.

“Banyak gedung sekolah terutama sekolah dasar yang memang masih perlu perbaikan terutama di desa-desa. Kita berharap pemerintah Flotim bisa memperhatikan hal ini,” sebut Patrisius Boli warga Flotim, Kamis (19/9/2019).

Saat ditemui di kantor dinas PPO Flotim, dirinya mengaku ada beberapa sekolah di pulau Adonara maupun Solor yang mengalami kerusakan, terutama atap bangunan.

“Tentunya anggaran untuk perbaikan sekolah ini harus ditambah. Ataukah bisa meminta dana dari pusat untuk bisa dilakukan perbaikan bagi sekolah yang bangunannya sudah rusak parah dan perlu ditangani segera,” ujarnya.

Hasnul Mahing, warga Mekko desa Pledo kecamatan Witihama saat ditemui media mengatakan, kondisi SD Inpres Mekko sangat memprihatinkan. Hanya ada tiga ruang kelas sehingga dari enam rombongan belajar terpaksa satu kelas dibagi menjadi dua ruang kelas dengan cara disekat.

“Ruang kelas hanya disekat pakai tripleks dan tidak sampai ke bagian atas sehingga suara dari ruangan sebelah akan terdengar di sebelahnya,” tuturnya.

Kondisi bangunan pun memprihatinkan, kata Husnul, dimana tiang-tiang penyangga sudah mulai retak. Kursi dan meja untuk anak sekolah dan guru pun sudah mulai mengalami kerusakan.

“Air bersih dan listrik juga tidak tersedia, sehingga kebersihan sekolah tidak terjaga dengan baik. Anak-anak kesulitan saat memanfaatkan toilet di sekolah,” tuturnya.

Piter Hayong Bao Kein, kepala sekolah SD Inpres Tanahedang desa Lamaole kecamatan Solor Barat kepada Cendana News menyebukan, pihaknya pernah meminta agar sekolahnya segera mendapatkan perbaikan.

Piter menjelaskan, sekolah tersebut dibangun sejak tahun 1977 dan sampai sekarang sudah banyak rangka kayu yang keropos karena dimakan rayap. Saat angin kencang, aktivitas belajar mengajar di ketiga ruang kelas dihentikan sementara untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Takutnya saat angin kencang rangka-rangka kayunya ambruk sehingga kami juga selalu waspada, agar tidak terjadi kecelakaan yang menelan korban para guru dan anak murid,” tuturnya.

Selain meminta perbaikan tiga ruang kelas, Piter juga meminta agar pihak dinas PPO Flores Timur membangun sebuah ruang kelas lagi mengingat saat ini aktivias belajar mengajar kelas satu dilaksanakan di ruang perpustakaan. Hal ini juga sudah disampaikan namun belum mendapat tanggapan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Flotim, Bernardus Beda Keda, saat dikonfirmasi media usai penutupan Festival Lamaholot 2019 di Desa Karing Lamalouk, mengatakan, SD Inpres Mekko merupakan satu dari 23 SD di Flotim dengan kondisi yang sama.

“Di Flotim ada 23 sekolah dasar yang kondisinya sama seperti itu karena jumlah muridnya sangat terbatas, sehingga gedung sekolah yang dibangun pun disesuaikan dengan ketersediaan siswa di wilayah itu,” tuturnya.

Dinas PPO Flotim kata Beda Keda, memang berkeinginan untuk melakukan perbaikan terhadap sekolah-sekolah tersebut. Namun karena ketersediaan anggaran yang terbatas membuat bangunan sekolah yang ada, belum mendapatkan perbaikan.

Lihat juga...