hut

Pemprov Sumbar Raih Penghargaan Bidang Transportasi

Editor: Koko Triarko

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat kembali menerima penghargaan dalam penyelenggaraan transportasi setelah 6 tahun tidak tampil di pentas nasional tersebut. Sumbar menerima penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Wiratama 2019 yang diserahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Minggu (15/9).

“Ini akan menjadi nilai tambah bagi Sumbar. Keberhasilan ini belum maksimal, kita harus termotivasi. Ke depan ditingkatkan lagi,” sebut Gubernur Irwan Prayitno, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi, di Padang, Senin (16/9/2019).

Untuk itu, Irwan berharap bagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan WTN sempurna, agar dapat memperbaiki yang kurang. Pemprov Sumbar juga akan mendukung langkah perbaikan tersebut.

“Tentu ini butuh dukungan semua pihak, agar penilaian WTN menjadi sempurna bagi daerah yang belum menerima. Terutama dari kepolisian,” sebutnya.

Meski belum semua kabupaten/kota menerima piala WTN, Pemprov Sumbar sudah menjadi provinsi yang terbaik. Dari 19 kabupaten/kota, 16 mendapatkan penghargaan.

“Kita adalah satu dari dua provinsi terbaik menerima WTN tahun ini,”sebutnya.

Gubernur mengakui, penghargaan tersebut bukan serta merta menyatakan penyelenggaraan transportasi Sumbar sempurna. Maka, penghargaan WTN harus dijadikan motivasi bagi pemerintah daerah memperbaiki layanan dengan menekan tingkat kelancaran dan tercipta ketertiban masyarakat dalam berkendaraan.

Lebih lanjut gubernur menyampaikan, keberhasilan meraih WTN Wiratama untuk provinsi, merupakan buah kerja keras yang dilakukan pemerintah kabupaten dan kota.

Keberhasilan bidang lalu lintas itu tidak lepas dari peran kepolisian yang bersinergi dengan instansi lainnya. Namun demikian, dengan penghargaan yang diterima bukan berarti kondisi lalu lintas di Sumbar terbilang baik, karena masih terdapat kemacetan di jam tertentu.

Selain itu, hal yang harus dilakukan ke depan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, khususnya yang belum mengikuti penilaian WTN, agar serius melakukan penataan dan melengkapi rambu-rambu lalu lintas.

“Bagi daerah yang belum mengikuti penilaian WTN, nanti kita undang. Pemkab/Pemkot yang berhasil akan dipertemukan dengan yang belum pernah mengikuti, sehingga dapat saling berbagi pengalaman,” tuturnya.

Menurut dia, pada tahun depan keikutsertaan dalam WTN harus ditingkatkan dengan mengikuti penilaian bidang tata kelola angkutan. Oleh karena itu, banyak pekerjaan rumah bagi Pemprov dan Pemkab/Pemkot, yakni membenahi dan menyediakan transportasi publik yang layak serta nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi, menambahkan, penghargaan piala Wahana Tata Nugraha Wiratama adalah melanjutkan prestasi Sumbar sebelumnya. Sumbar pertama kali menerima penghargaan itu pada 2013.

Ke depan, diupayakan kabupaten dan kota yang mengikuti penilaian WTN bertambah, jika tahun ini hanya 16, diharapkan tahun depan menjadi 19 kabupaten/kota.

“Ke depan, motivasi kita akan kejar apa yang menjadi indikator suksesnya WTN ini. Kita akan dampingi, kumpulkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten/kota. Kita koordinasikan, bagaimana pelayanan transportasi nyaman dan aman itu dapat terwujud,” sebutnya.

Dikatakannya, selain Pemprov Sumbar menerima WTN Wiratama, sejumlah kabupaten/kota lainnya juga menerima penghargaan di bidang tersebut.

Penerima Piala WTN sempurna, yakni, Kota Padang Panjang dan Kota Payakumbuh. Sementara kabupaten/kota penerima piala WTN dengan catatan, yakni, Kabupaten Agam, Kota Pariaman dan Kabupaten Pasaman. Ketiganya menerima piala WTN dengan catatan untuk memperbaiki bidang angkutan umum dan prasarana.

Daerah yang menerima penghargaan itu, yakni Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Padang, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunti dan Kota Solok.

Sementara tiga kabupaten lainnya, Mentawai, Dharmasraya dan Padang Pariaman, belum berkesempatan menerima penghargaan tersebut.

“Sistem penilaian WTN sekarang jauh berubah, jika sebelumnya tim penilai itu kita ketahui kehadirannya, kita undang dan fasilitasi. Sekarang tidak, tim penilai turun diam-diam, kemudian kita diminta presentasi di Jakarta,” pungkas Heri.

Lihat juga...