Pengelolaan Sampah di Bondowoso Masih Memprihatinkan

Editor: Koko Triarko

BONDOWOSO – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, mengakui sistem pembuangan sampah di wilayahnya masih memprihatinkan. Hal ini terlihat dari belum adanya pemilahan sampah yang merata di seluruh penjuru kota.

“Idealnya, sampah dipilah menjadi lima jenis. Tetapi, setidaknya dipilah menjadi tiga, yakni sampah organik, anorganik dan sampah B3. Tetapi, tempah yang seperti itu di Bondowoso masih sedikit sekali,” tutur Abdul Asis, Kasi Pengolahan Sampah dan limbah B3, DLHP Bondowoso, saat ditemui Cendana News, di kantornya, Rabu (4/9/2019).

Ia menjelaskan, lima jenis sampah yang dipilah itu sesuai standar dari pemerintah pusat. Yakni, sampah jenis organik, anorganik, plastik, B3 dan residu. Di Bondowoso, tempat sampah yang dipilah menjadi lima jenis itu hanya ada di segelintir titik, salah satunya di kantor DLHP Bondowoso.

Sekali pun tempat sampah sudah dipilah menjadi tiga jenis, celakanya pengambilannya pun masih dicampur. Artinya, pemilahan itu menjadi percuma.

Abdul Asis, Kasi Pengolahan Sampah dan limbah B3, DLHP Bondowoso, saat ditemui Cendana News di kantornya, Rabu (4/9/2019). -Foto: Kusbandono

“Ya, memang seperti itu. Pemungutan sampah oleh petugas kami, masih dijadikan satu di mobil atau truk pengangkut sampah. Begitu juga ketika dibuang ke Depo Sampah, dijadikan satu,” jelas alumnus FISIP UNIBO,  ini.

Penyampuran sampah menjadi satu ini, diakui Asis, menjadikan pekerjaan pemungutan sampah oleh petugas di Depo Sampah menjadi lebih berat.

“Yang jelas, tenaga jadi lebih besar. Akhirnya menyulitkan petugas di depo sampah,” papar Asis.

Meski demikian, DLHP juga sudah berupaya untuk memperbaiki sistem penanganan sampah di Bondowoso. Namun, Asis belum bisa menjelaskan secara rinci rencana kebijakan tersebut.

“Tahun ini, kita sedang akan buat raperda perubahan persampahan. Tapi kita belum tahu untuk pemilahan sampah, nantinya akan diperbaiki seperti apa. Mungkin kita akan belajar dari daerah lain. Saya dengar, Lumajang lebih baik untuk penanganan sampah,” pungkas Asis.

Lihat juga...