hut

Pengembangan Wisata Bahari Bakauheni Terkendala Akses Jalan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kunjungan wisatawan ke objek wisata bahari di sejumlah titik di Bakauheni masih terkendala akses jalan.

Demikian diungkapkan Eko Prapto, pengelola objek wisata Tanjung Tuha Pasir Putih. Ia menyebut potensi wisata bahari di ujung Selatan pulau Sumatera tersebut cukup beragam. Destinasi itu diantaranya pantai Batu Liut, pantai Tanjung Tuha, Lagon Bawang, pantai Tanjung Tuha Pasir Putih.

Akses jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer yang sebagian rusak menjadi faktor wisatawan enggan berkunjung. Sebagian wisatawan yang datang disebutnya dominan merupakan pehobi memancing.

Saat libur akhir pekan dan libur panjang wisatawan yang datang rata rata tidak lebih dari 100 orang. Jalan licin saat hujan dan berdebu saat kemarau akibat jalan tanah menjadi penyebab wisatawan memilih destinasi lain.

Berbagai upaya promosi dan pengembangan menurut Eko Prapto telah dilakukan. Dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) destinasi wisata Pantai Tanjung Tuha Pasir Putih mendapat bantuan fasilitas.

Eko Prapto, pengelola pantai Tanjung Tuha Pasir Putih dalam wadah Pokdarwis Tanjung Tuha Pasir Putih, Minggu (1/9/2019) – Foto: Henk Widi

Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupa tracking mangrove. Selain sebagai upaya konservasi mangrove, fasilitas yang menarik diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Objek wisatanya sangat menarik namun akses jalan yang ada masih memprihatinkan terutama pada sejumlah titik sehingga wisatawan kapok saat sekali datang ke sini karena jalan rusak. Padahal pantai Tanjung Tuha Pasir Putih cocok untuk wisata keluarga,” ungkap Eko Prapto saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (1/9/2019).

Sembari menunggu akses jalan diperbaiki, Eko Prapto menyebut saat ini pembangunan tracking mangrove terus berjalan. Bantuan pembangunan fasilitas pada objek wisata bahari tersebut selain tracking mangrove juga dibuat menjadi jembatan, saung.

Sejumlah fasilitas tersebut akan menjadi daya tarik tambahan selain adanya jembatan cinta terbuat dari kayu dan bambu.

Sejumlah bangunan yang dibuat menurut Eko Prapto diselaraskan dengan kondisi alam setempat. Pasalnya sebagai wilayah pesisir yang kaya akan vegetasi mangrove, pengelola justru terus melakukan konservasi.

Sejumlah tanaman mangrove baru telah disemai dan akan dikembangkan agar kelestarian pantai tetap terjaga. Penambahan fasilitas tersebut sekaligus menjadi persiapan menunggu perbaikan akses jalan yang akan dilakukan pemerintah kabupaten Lamsel.

“Selama puluhan tahun wilayah yang dikenal dengan kampung Penobakan Sukarame ini terkendala akses jalan termasuk dalam upaya pengembangan pariwisata,” tutur Eko Prapto.

Saat ini ia menyebut akses jalan rabat beton telah dibuat dari Dusun Penobakan menuju ke objek wisata. Namun akses dari wilayah Dusun Pegantungan masih rusak.

Kerusakan jalan beraspal yang pernah diperbaiki tersebut menurutnya harus diganti dengan rabat beton. Sebab jika terjadi kerusakan perbaikan bisa dilakukan swadaya oleh masyarakat.

Terkait akses jalan yang belum memadai, Sahroni, kepala Desa Bakauheni menyebut sudah mengusulkan perbaikan ke kabupaten. Sesuai rencana pembangunan akses jalan akan dilakukan pada penghujung tahun 2019.

Sahroni, kepala Desa Bakauheni berdiri di depan jembatan cinta salah satu spot unik untuk swafoto berlatar belakang laut pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Minggu (1/9/2019) – Foto: Henk Widi

Pembangunan jalan menuju perkampungan Penobakan dan objek wisata disebutnya berasal dari dana APBD kabupaten.

“Kami belum bisa memastikan bulannya, kami mengusulkan konstruksi dibuat dengan sistem cor beton agar lebih awet,” ucap Sahroni.

Semula usulan ke kabupaten untuk pembangunan jalan mencapai panjang 3 Kilometer dengan sistem aspal hotmix. Namun berdasarkan pengalaman aspal hotmix yang kerap cepat rusak membuat jalan akan dibangun dengan rabat beton.

Meski akhirnya alokasi panjang jalan menjadi 2 kilometer namun pembangunan akan dilakukan untuk tahun berikutnya.

Pentingnya akses jalan yang memadai diakui Sahroni sangat berguna bagi masyarakat. Sebab dengan adanya akses jalan memadai bisa menggerakkan roda perekonomian warga. Sebagian warga yang berprofesi sebagai petani, nelayan bisa memanfaatkan akses jalan untuk sejumlah keperluan.

Saat libur akhir pekan dan libur panjang sebagian warga juga bisa menjadi pedagang di objek wisata pantai Tanjung Tuha Pasir Putih.

Sebagai salah satu desa dengan bentang alam pantai yang panjang, Bakauheni disebut Sahroni akan terus dikembangkan. Promosi wisata bahari kerap dilakukan dengan menggelar lomba memancing di pantai Tanjung Tuha.

Pemandangan dan rute yang menawan menjadikan kawasan tersebut kerap disukai pehobi sepeda dan motor trail. Aktivitas pehobi tersebut sekaligus menjadi promosi wisata bahari di Bakauheni.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!