hut

Pengusaha Dikhawatirkan “Bermain” di Lomba Hidroponik Kota Bekasi

Editor: Mahadeva

BEKASI – Panitia lomba Hidroponik Kota Bekasi, Jawa Barat sudah mengambil antisipasi, kemungkinan terjadinya kecurangan dalam lomba hidroponik antar kelurahan di Kota Bekasi.

Ada kekhawatiran, ada kelompok yang memanfaatka pengusaha hidropnik untuk mengikuti lomba antar kelurahan tersebut. “Panitia tentu sudah antisipasi, untuk mencegah kekhawatiran peserta lomba sistem tanam hidroponik di setiap kelurahan,” ungkap, Ani Marijam, Kepala Bidang Pertanian dan Perikanan Dinas Pertanian  dan Perikanan Kota Bekasi, Senin (16/9/2019).

Menurutnya, peserta lomba tidak perlu mengkhawatirkan terkait adanya pelaku usaha Hidroponik, yang ikut dalam lomba tersebut. Meski lomba diikuti kelompok Kophi kobi dari seluruh Kecamatan se-Kota Bekasi. Panitia disebutnya, dalam melakukan penilaian tidak melihat dari bagusnya tanaman Hidroponik milik peserta. Panitia akan menilai, dari kekompakan, tingkat partisipasi warga, serta inovasi yang dilakukan.

“Jadi kita menilai bukan karena bagusnya suatu tanaman peserta. Kalau bagus, sudah pasti dia usahawan. Sedangkan pesertanya baru mencoba sudah pasti hasilnya kurang bagus. Makanya kita tidak menilai itu,” tegas Ani Marijam.

Yoyok, anggota Kophi-Kobi kelompok pembina Sistem tanam hidroponik di Kota Bekasi, – Foto M Amin

Keterbatasan jumlah petugas penilai, menjadi kendala tersendiri dalam kegiatan tersebut. Namun, panitia akan bekerjasama dengan pihak kecamatan untuk memberi hasil terbaik.

Mekanisme lomba, kecamatan diminta menyiapkan dua kelompok komunitas yang ada di kecamatan. Penilaian, akan dilaksanakan pada dua kelompok pengembang hidroponik di masing masing kecamatan. “Saat ini hanya ada lima orang tim penilai dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, BPLH dan Dinas Perekonomia  dan Ketahanan Pangan,” jelasnya.

Sebelumnya, Komunitas Petani Hidroponik Kota Bekasi (Kophi Kobi) memiliki harapan, penilaian lomba hidroponik yang akan digelar pada 19 September 2019 bisa tepat sasaran.  “Jangan sampai pengusaha hidroponik yang sudah berkembang di Kota Bekasi ikut dalam lomba tersebut,” kata Yoyok, anggota Kophi-Kobi.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sudah menginstruksikan kepada perangkat dinas, agar menjadi bapak asuh bagi kampung hidroponik. Saat ini, kampong hidroponik sudah terbentuk di 56 Kelurahan. Bapak asuh dimaksud, bertugas memberi dukungan, motivasi, dan memantau, keberadaan  kampung hidroponik. Hal itu dilakukan, sesuai dengan wilayah penugasannya.

Lihat juga...