hut

Perlu Ada Aksi Atasi Sampah di Maumere

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sampah di kota Maumere, kabupaten Sikka, NTT, kian memprihatinkan. Bukan saja di darat, tetapi juga di laut pun kian melimpah, terutama saat musim hujan dan gelombang serta angin kencang melanda.

“Bicara mengatasi sampah, perlu ada aksi nyata. Aksi sangat penting, segala upaya dilakukan agar masalah sampah bisa teratasi dengan baik,” kata Wenefrida Efodia Susilowati, Rabu (4/9/2019).

Dikatakan Susi, sapaannya, selain itu untuk mengatasi permasalahan sampah harus dilakukan 5R dan 1A. Pertama Reduce, mengurangi, kedua Reuse menggunakan kembali, dan ketiga Recycle atau mendaur ulang.

Ke empat, Refuse atau menolak serta Responsibility atau bertanggungjawab dan harus ada action. Tanpa ada action, tidak akan ada perubahan sama sekali.

“Sampah di Maumere masih dibuang sembarangan, dan kami berterima kasih atas bantuan sarana dan prasarana bank sampah The Gade Clean and Gold. Untuk mengelola bank sampah ini ada 7 orang, termasuk kaum difabel,” tuturnya.

Wenefrida Efodia Susilowati, direktur Bank Sampah Flores. -Foto: Ebed de Rosary

Ke depan, jelas Susi, pihaknya akan menerima tabungan sampah dari bahan plastik, kaca dan kertas atau koran bekas.

Untuk tiga bulan ke depan, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah untukmengangkut sampah di kantor-kantor.

Di blok pasar, pun akan disiapkan tempat sampah. Keberadaan bank sampah penting, sebab sebuah kota bisa mendapat penghargaan Adipura kalau di kotanya ada bank sampah.

“Kita akan bekerja sama juga dengan PT. Pegadaian, agar program pengolahan sampah bisa berkelanjutan. Kerja sama juga dilakukan bersama dengan Dasawisma, di Sikka ,yang jumlahnya sekitar seribu kelompok,” jelasnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan, pasar merupakan tempat banyak orang berkumpul. Selain itu, volume sampah juga sangat banyak, sehingga pendirian bank sampah di pasar Alok Maumere sangat tepat.

“Saya telah membentuk kelompok kerja dengan melibatkan segenap elemen di kabupaten Sikka, termasuk dengan pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang ada,” ungkapnya.

Nuril Islamiah, pimpinan PT. Pegadaian wilayah VII Denpasar, mengatakan, sebagai perusahaan BUMN murni, pihaknya tidak pernah lepas dari keinginan agar bisa bermafaat bagi masyarakat.

Salah satu yang diberikan, terkait dengan program bersih hati, bersih administrasi dan bersih lingkungan.

Terkait program bersih lingkungan, maka diberikan bantuan bangunan bank sampah disertai dengan segala perlengkapannya.

“Sasaran kita adalah edukasi dan setelah itu sampah yang ada harus diolah,” terangnya.

Nantinya, sampah yang dijual di bank sampah, uangnya sebagian diberikan kepada masyarakat dan sebagian laginya ditabung untuk membeli emas.

Emas yang ada tentunya merupakan sebuah investasi yang bisa dipergunakan untuk membiayai sekolah dan lainnya. Program ini juga bisa menciptakan budaya menabung dan menghindari sifat konsumtif.

“Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Sikka untukmembagikan tas belanja gratis. Ini sebagai sebuah komitmen kami untuk mengurangi sampah, terutama sampah plastik,” pungkasnya.

Lihat juga...