hut

Permintaan Ikan Teri Tawar di Lamsel, Tinggi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Banyaknya ragam makanan berbahan ikan teri tawar, memicu tingginya permintaan hasil tangkapan nelayan di pesisir Lampung Selatan (Lamsel).

Iwan, warga kampung nelayan Dusun Muara Piluk, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, menuturkan, produksi ikan teri tawar didukung melimpahnya tangkapan. Hasil pengeringan teri banyak dipesan pemilik warung makan dan konsumen rumah tangga.

Menurutnya, teri tawar produksi perajin di pesisir Bakauheni memiliki kualitas bagus. Kondisi cuaca kemarau dengan panas merata sepanjang hari, membuat teri tawar memiliki kualitas sempurna.

Pembuatan teri tawar tanpa pengawet melalui proses pengeringan alami banyak diminati. Sebab, tanpa proses pemberian garam untuk pengawet ikan teri tawar lebih sehat. Pemilik penyakit kolesterol dan pantang makanan asin kerap membeli teri tawar kepadanya.

Pada musim panen tangkapan teri, Iwan membeli dari nelayan sebanyak lima keranjang atau cekeng. Satu cekeng rata-rata berisi 15 kilogram teri, dengan harga Rp280.000 per cekeng, ia mengeluarkan modal Rp1,4 juta. Sebanyak 5 cekeng atau 75 kilogram teri basah tersebut langsung dibawa ke penjemuran.

Ikan teri dominan jengki, katak, nasi, dengan campuran ikan jenis lain dan cumi akan dijemur dengan para-para bambu dan waring.

Hasanah membuat makanan bubur Suro dengan salah satu lauk berupa sambal orek tempe, telur dan ikan teri, Sabtu (14/9/2019). -Foto: Henk Widi

“Pembuat teri tawar memilih ikan yang didaratkan oleh nelayan bagan congkel pagi hari, karena masih merah bagian insang tanda kondisi sangat segar,meski mahal, kualitasnya bagus,” tutur Iwan saat ditemui Cendana News, Sabtu (14/9/2019).

Selama kemarau, sebanyak 75 kilogram ikan teri basah bisa kering dalam waktu sehari. Sebagai solusi mempercepat proses produksi, ia kerap sudah memesan malam hari kepada pemilik bagan congkel. Saat pagi hari, bagan merapat di dermaga sejumlah cekeng berisi ikan sesuai pesanan langsung dijemur. Berjarak puluhan meter dari dermaga, membuat pengeringan segera bisa dilakukan.

Teri tawar, menurut Iwan, lebih cepat diolah. Berbeda dengan teri asin yang harus direbus terlebih dahulu. Tanpa menggunakan garam sebagai pegawet, teri rebus dijemur memakai panas terik matahari. Dijemur sejak pukul 06.30 usai pendaratan ikan jam 06.00 ikan teri yang dijemur pada ratusan para-para bisa dibalik pada pukul 12.00 siang. Sembari membalik teri, ia menyortir ikan teri jenis nasi, cumi, teri katak yang ikut terbawa.

“Pelanggan kerap hanya ingin teri jenis jengki yang berukuran sedang tanpa campuran teri lain, agar menjaga kualitas,” tutur Iwan.

Selain Iwan, perajin ikan teri bernama Solong memilih menekuni usaha pembuatan teri tawar. Banyak diminati restoran, rumah makan sebagai bahan sambal orek, teri tawar dijual lebih mahal. Sebab, teri tawar menjadi makanan diet warga yang mengurangi garam.

Jika harga teri rebus hanya Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram, teri tawar bisa dijual seharga Rp75.000 hingga Rp100.000.

Kualitas teri tawar buatan warga Muara Piluk menurutnya banyak diminati. Sebab, sejumlah konsumen langsung melihat proses pembuatan. Tanpa pengawet dan lokasi penjemuran bersih membuat kualitas teri tawar sempurna. Ikan teri tawar selanjutnya dikemas dalam sejumlah wadah plastik berukuran 1 kilogram. Sebagian dikemas sesuai permintaan pelanggan.

“Teri tawar bisa diolah menjadi peyek, campuran kue, pembuatan sambal, bahkan juga camilan,” cetus Solong.

Harga beli dan harga jual yang cukup tinggi, membuat ia masih bisa mendapat keuntungan. Diasumsikan ia membeli 5 cekeng berisi 75 kilogram teri basah seharga Rp1,4 juta, teri yang dijemur memiliki harga yang menjanjikan. Setelah dijemur dan menyusut dengan hasil 50 kilogram teri tawar kering dan rata-rata seharga Rp70.000 ia masih bisa mendapatkan Rp3,5 juta. Dikurangi harga jual, ia masih bisa mendapat omzet Rp2,1 juta.

Pemesan teri tawar, menurut Solong, berasal dari Banten dan Jakarta, sebagian wilayah Lampung. Bulan September, ia bisa mengirim sekitar 400 kilogram ikan teri tawar. Produksi sebanyak itu diakuinya dihasilkan dalam waktu dua pekan. Sebab, bahan baku kerap tidak stabil dan harus berbagi bahan baku dengan produsen lain.

Hasanah, warga Penengahan mengaku, teri tawar kerap digunakan sebagai bahan pembuatan sambal orak-arik. Penggunaan teri yang gurih menjadi penambah cita rasa. Sebab, dalam pembuatan bubur suro, sambal orak arik berbahan teri wajib disertakan.

Ikan teri tawar menurutnya memiliki gizi yang cukup baik. Selain kalsium, omega, ikan teri tawar menjadi menu diet bagi orang yang memantang makanan asin.

Per kilogram teri tawar di pengecer dibelinya seharga Rp120.000. Hasanah kerap hanya membeli sesuai kebutuhan sebanyak setengah kilogram atau seharga Rp60.000. Ikan teri tawar yang diolah tanpa pengawet bisa disimpan dalam toples dan plastik kedap udara. Sewaktu akan diolah menjadi sambal atau digoreng teri tawar, bisa diambil dari wadah. Selain sebagai bahan sambal teri tawar, kerap diolahnya menjadi peyek.

Lihat juga...